Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Dunia literasi menjadi ruang bagi siswa untuk menjelajahi imajinasi, mengenal nilai-nilai kehidupan, dan memperluas wawasan melalui buku. Semangat tersebut terlihat dalam kegiatan Baca Balik Cerita (Calita) di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Selasa (13/10/2026), pukul 15.40 WIB.
Kali ini, Ahmad
Rayhan, siswa kelas XI C, membagikan ulasannya terhadap novel Bintang karya
Tere Liye yang diterbitkan oleh Sabakgrip. Novel tersebut merupakan bagian dari
serial petualangan fantasi yang mengajak pembaca menyelami dunia penuh misteri,
tantangan, dan persahabatan.
Melalui ulasan
tersebut, Rayhan berkesempatan mengungkapkan pemahamannya terhadap cerita
sekaligus berbagi pengalaman membaca kepada warga madrasah. Kegiatan ini
menjadi sarana bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan memahami bacaan,
mengolah informasi, berpikir kritis, serta menyampaikan gagasan secara runtut
dan komunikatif.
“Menurut saya,
novel Bintang menarik karena menghadirkan petualangan yang penuh misteri dan
tantangan. Ceritanya membuat pembaca penasaran untuk berubahmengetahui
kelanjutan perjalanan para tokohnya. Melalui buku ini, saya belajar bahwa
setiap tantangan membutuhkan keberanian, kerja sama, dan semangat untuk terus
berusaha,” ungkap Ahmad Rayhan.
Pustakawan MAN 2
Yogyakarta, Nuryanti A.Md., menyampaikan bahwa kegiatan Calita tidak sekadar
mendorong siswa menyelesaikan bacaan, tetapi juga memberikan ruang bagi mereka
untuk menyampaikan pemikiran dan membangun kepercayaan diri.
“Melalui Baca
Balik Cerita, kami ingin menumbuhkan budaya membaca yang tidak berhenti pada
aktivitas membuka dan menyelesaikan buku. Kami ingin siswa mampu memahami isi
bacaan, merefleksikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, kemudian
menyampaikan kembali gagasannya dengan bahasa mereka sendiri. Dengan demikian,
membaca menjadi pengalaman belajar yang bermakna sekaligus sarana untuk
menginspirasi sesama,” tutur Nuryanti.
Menurutnya, setiap ulasan yang disampaikan siswa merupakan bentuk partisipasi nyata dalam membangun ekosistem literasi di madrasah. Ketika siswa berani berbagi cerita dan menyampaikan pendapat, mereka turut menciptakan lingkungan belajar yang mendorong tumbuhnya rasa ingin tahu, keterampilan berkomunikasi, dan kecintaan terhadap buku.
Kegiatan Calita diharapkan dapat memperkuat peran Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta sebagai ruang belajar yang aktif, menyenangkan, dan inspiratif. Melalui program ini, siswa tidak hanya menjadi pembaca, tetapi juga penutur gagasan yang mampu membagikan pengetahuan dan mengajak teman-temannya menemukan manfaat dari sebuah bacaan.
Berikan Komentar