Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Petualangan menegangkan di dunia paralel menjadi daya tarik ulasan buku yang disampaikan Ahmad Rayhan, siswa kelas XI C MAN 2 Yogyakarta, dalam program CALITA (Baca Balik Cerita) di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Selasa (27/10/2026) pukul 16.00 WIB. Bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A. Md., Ahmad mengulas novel Ceros dan Batozar karya Tere Liye.
Buku
ini menghadirkan dua petualangan yang membawa pembaca mengikuti perjalanan
Raib, Seli, dan Ali menghadapi berbagai tantangan di dunia paralel. Pada kisah
pertama, ketiganya harus menghadapi Ceros, makhluk berwujud manusia berkepala
badak yang menjadi ancaman saat malam hari di kawasan bawah tanah situs
Borobudur. Sementara itu, kisah kedua berpusat pada Batozar, buronan legendaris
dari Klan Bulan yang memiliki kemampuan mengintai tingkat tinggi. Batozar
menculik ketiga sahabat tersebut dalam upayanya memulihkan ingatan tentang
keluarganya yang hilang.
Nuryanti
mengaku ikut merasakan ketegangan saat menyimak ulasan Ahmad. Menurutnya,
kekuatan cerita Tere Liye terletak pada kemampuannya membangun suasana penuh
misteri, menghadirkan konflik yang menantang, serta membuat pembaca penasaran
terhadap kelanjutan petualangan para tokohnya.
“Novel
seperti Ceros dan Batozar menunjukkan bahwa membaca bukan sekadar mengikuti
rangkaian cerita. Pembaca juga diajak menggunakan imajinasi, memahami karakter
tokoh, dan melihat bahwa di balik setiap konflik terdapat persoalan yang perlu
dipahami. Inilah salah satu pengalaman menarik yang bisa diperoleh melalui
membaca,” ungkap Nuryanti.
Ahmad
Rayhan mengatakan bahwa kisah petualangan Raib, Seli, dan Ali menjadi daya
tarik utama buku tersebut. Perjalanan mereka menghadapi makhluk misterius dan
berhadapan dengan sosok Batozar menghadirkan ketegangan sekaligus rasa
penasaran. Alur cerita yang penuh tantangan membuat pengalaman membaca terasa
seru dan membawa pembaca seolah ikut terlibat dalam petualangan di dunia
paralel.
Melalui
ulasan tersebut, Ahmad turut mengajak teman-temannya untuk mengenal buku-buku
fiksi yang mampu mengembangkan imajinasi sekaligus memperkaya pengalaman
membaca.
CALITA
(Baca Balik Cerita) merupakan inovasi literasi yang dikembangkan oleh
Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A. Md., untuk menumbuhkan budaya membaca bagi
semua warga madrasah melalui kegiatan meminjam buku, membaca, mengembalikan
buku, kemudian menceritakan dan mengulas isi bacaan. Program ini memberikan
ruang bagi siswa untuk menyampaikan pemahaman, pengalaman, dan kesan mereka
setelah membaca buku.
Melalui
CALITA, kegiatan membaca tidak berhenti ketika halaman terakhir buku selesai
dibaca. Pengalaman membaca dilanjutkan dengan berbagi cerita, menyampaikan
pesan yang diperoleh, serta menginspirasi teman sebaya agar semakin dekat
dengan buku.
Kegiatan
ulasan buku Ahmad Rayhan menjadi salah satu wujud upaya Perpustakaan MAN 2
Yogyakarta dalam menghadirkan literasi yang lebih hidup, interaktif, dan
bermakna. Dengan semangat Baca, Balik, Cerita, CALITA terus mendorong peserta
didik untuk menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang menyenangkan sekaligus
sarana mengembangkan wawasan dan kemampuan berkomunikasi. (nur)
Berikan Komentar