Yogyakarta
(MAN 2 Yogyakarta) — Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai prosesi
akhirussanah MAN 2 Yogyakarta Tahun 2026 yang digelar pada Selasa (5/5/2026) di
Performance Hall FBSB UNY. Pada momentum istimewa tersebut, alumni inspiratif
turut ambil bagian dengan menyerahkan kartu alumni kepada para lulusan sebagai
simbol estafet perjuangan dan ikatan kekeluargaan lintas generasi.
Sosok
alumni yang hadir sekaligus memberikan inspirasi adalah Muhammad Oriza
Nurfajri, S.Kom., M.IT. Ia merupakan alumni MAN 2 Yogyakarta yang kini
berkiprah sebagai dosen dan peneliti Ilmu Komputer di Universitas Gadjah Mada,
serta CEO dan pendiri Sheen Studio Indonesia Development Teams.
Dalam
kesempatan tersebut, Oriza secara simbolis menyerahkan kartu alumni kepada
perwakilan lulusan, sebagai tanda resmi bergabungnya mereka dalam jejaring
alumni MAN 2 Yogyakarta. Momen ini bukan sekadar seremoni, melainkan peneguhan
identitas bahwa para lulusan kini menjadi bagian dari komunitas besar yang
saling terhubung, saling menguatkan, dan siap berkontribusi di berbagai bidang.
Perjalanan
Oriza sendiri menjadi bukti nyata bahwa alumni madrasah mampu bersaing di
kancah global. Ia pernah mengemban amanah sebagai Analis Keamanan Siber di KJRI
Sydney dan menorehkan berbagai prestasi internasional saat menempuh studi
magister di Macquarie University. Di antaranya, meraih Academic Excellence
Certificate dengan GPA 4.0, Juara 1 Hacking Competition HACKMAC 2022, The
Highest Commendation Award, serta Certificate of Appreciation dari KJRI Sydney.
Dalam waktu dekat sosok dosen muda UGM ini akan menempuh S3 di Jepang.
Tidak
hanya unggul secara akademik, Oriza juga aktif mengembangkan berbagai inovasi
di bidang teknologi dan pendidikan. Beberapa proyek strategis yang pernah
digagasnya antara lain Smart Environment System di KJRI Sydney, Sistem
Informasi dan Perizinan Peserta Didik di MAN 2 Yogyakarta, serta kolaborasi riset
internasional seperti “Empowering Dyslexic Students using AI” bersama Queen’s
University of Belfast dan “Climate Change AI Chatbot” bersama Deakin
University.
Di
hadapan para lulusan, Oriza menyampaikan pesan motivasi yang menggugah
semangat. Ia mengajak generasi muda untuk berani bermimpi besar dan tidak mudah
menyerah dalam menghadapi tantangan.
“Jangan
pernah takut mengejar impian dan cita-cita. Teruslah berjuang dan jangan
berhenti berdoa. Semoga Allah SWT senantiasa memberi kemudahan, kelancaran, dan
rida-Nya hingga semua impian kalian bisa terwujud,” pesannya.
Kehadiran
alumni inspiratif dalam prosesi akhirussanah ini mempertegas pentingnya peran
jejaring alumni sebagai sumber motivasi dan inspirasi bagi generasi berikutnya.
Semangat kolaboratif dan pengabdian yang ditunjukkan Oriza menjadi teladan
bahwa lulusan MAN 2 Yogyakarta tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga
mampu memberikan dampak nyata di tingkat global tanpa meninggalkan nilai-nilai
luhur madrasah.
Dengan penyerahan kartu alumni tersebut, para lulusan 2026 resmi melangkah sebagai bagian dari keluarga besar alumni MAN 2 Yogyakarta, siap menapaki masa depan dengan percaya diri, membawa nama baik almamater, dan berkontribusi bagi bangsa serta dunia.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa alumni adalah wajah madrasah di masa depan. Ia berharap para lulusan tidak hanya sukses secara akademik dan karier, tetapi juga tetap berakar pada nilai akhlak, menjaga nama baik almamater, serta memberi kontribusi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kekuatan alumni terletak pada integritas, kepedulian, dan kesinambungan hubungan dengan madrasah.
Senada dengan itu, Ketua Lintas Alumni Mandaya, Dyah Estuti Tri Hartini, S.Pd., menekankan bahwa alumni adalah jejaring strategis yang harus terus dirawat. Ia berharap lulusan MAN 2 Yogyakarta aktif membangun kolaborasi, saling menguatkan, dan menghadirkan dampak lintas bidang. “Alumni bukan sekadar identitas, tetapi energi kolektif untuk membuka peluang, berbagi inspirasi, dan memperluas kontribusi hingga tingkat global,” ujarnya.(pusp)
Berikan Komentar