Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Kisah cinta tak selalu berjalan sesuai harapan. Pilihan, keteguhan hati, dan keberanian menentukan keputusan menjadi pesan yang dapat dipetik dari sebuah cerita. Hal inilah yang mengemuka dalam kegiatan Baca Balik Cerita (Calita) di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta pada Senin (12/10/2026).
Pada pukul 09.00 WIB, Anisah Kamila, siswi kelas XII B, mengulas buku Sunset Bersama Rosie. Kegiatan ini berlangsung bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A. Md., di Perpustakaan Mandaya. Buku tersebut menghadirkan kisah cinta segi empat yang menguras emosi dan air mata. Alur cerita yang penuh konflik membuat pembaca larut dalam beragam perasaan, mulai dari haru, sedih, hingga kebingungan dalam memahami pilihan para tokohnya.
Anisah Kamila
mengungkapkan bahwa perasaannya selama membaca buku tersebut campur aduk. Kisah
yang disajikan tidak hanya menyentuh emosi, tetapi juga mengajak pembaca
merenungkan arti sebuah pilihan dalam kehidupan.
“Dari kisah ini,
kita belajar agar tidak menjadi orang yang bingung dalam menentukan pilihan.
Kita harus berani mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas pilihan
tersebut,” ungkap Anisah.
Pustakawan MAN 2
Yogyakarta, Nuryanti A. Md., mengaku terharu dengan kisah yang dibawakan Anisah
Kamila. Menurutnya, cerita yang sarat emosi dapat menjadi sarana refleksi bagi
pembaca untuk memahami perasaan, mempertimbangkan pilihan, serta belajar
bersikap tegas dalam menghadapi persoalan kehidupan.
“Melalui kegiatan
membaca dan berbagi cerita, siswa tidak hanya menikmati alur sebuah buku,
tetapi juga belajar mengambil hikmah dari pengalaman para tokohnya. Setiap
cerita dapat menjadi ruang untuk mengenali emosi dan memahami makna sebuah
keputusan,” tutur Nuryanti.
Melalui program
Baca Balik Cerita (Calita), Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus mendorong
budaya membaca yang bermakna. Siswa tidak hanya diajak menuntaskan bacaan,
tetapi juga menyampaikan kesan, membagikan pemahaman, dan menemukan nilai-nilai
kehidupan dari buku yang dibaca.
Dengan demikian, Perpustakaan
menjadi ruang tumbuhnya literasi yang menghubungkan bacaan dengan pengalaman,
perasaan, dan pembelajaran hidup. (nur)