Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Mengawali semester genap Tahun Ajaran 2025/2026, MAN 2 Yogyakarta menggelar apel perdana pada Senin (05/01/2026) yang dirangkai dengan apresiasi atas 414 prestasi yang berhasil diraih sepanjang tahun 2025. Apel berlangsung khidmat di halaman madrasah dan menjadi momentum refleksi sekaligus penyemangat bagi seluruh warga madrasah untuk menatap tahun baru dengan optimisme.
Apresiasi
prestasi secara simbolis disampaikan langsung oleh Kepala MAN 2 Yogyakarta,
Hartiningsih, didampingi tim manajemen madrasah, yakni Kepala Tata Usaha Isti
Wahyuni, S.E., M.M., para wakil kepala urusan Leni, S.Si., M.Pd., Fajar Basuki
Rahmat, S.Ag., Afwan Suhaimi, S.Pd., serta Rita Setyowati, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras peserta didik, guru,
dan tenaga kependidikan yang telah mengharumkan nama madrasah di berbagai ajang
kompetisi.
Tahun
2025 tercatat sebagai momentum bersejarah bagi MAN 2 Yogyakarta. Dengan torehan
414 prestasi di berbagai bidang dan tingkatan, madrasah ini menegaskan
posisinya sebagai lembaga pendidikan unggul yang tidak hanya berfokus pada
capaian akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kreativitas, dan daya saing
global. Jika satu tahun terdiri dari 365 hari, maka capaian tersebut menjadi
simbol bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk “Mengukir Prasasti dengan
Prestasi”.
Prestasi
tersebut lahir dari ekosistem pendidikan yang terus bertumbuh dan
bertransformasi. MAN 2 Yogyakarta mengembangkan diri sebagai madrasah multi
tipologi yang memadukan keunggulan akademik, riset, kelas khusus olahraga,
madrasah plus keterampilan, meliputi broadcasting, film, dan multimedia—serta
penguatan sebagai madrasah ramah anak dan madrasah adiwiyata yang berwawasan
lingkungan.
Secara
rinci, sepanjang tahun 2025 MAN 2 Yogyakarta mencatat 1 prestasi nasional, 3
provinsi, dan 4 kabupaten pada kategori prestasi madrasah. Guru dan tenaga
kependidikan menyumbang 1 prestasi internasional, 4 nasional, dan 6 provinsi.
Sementara itu, peserta didik menjadi kontributor terbesar dengan 6 prestasi
internasional, 116 nasional, 171 provinsi, dan 121 kabupaten. Total keseluruhan
mencapai 414 prestasi yang membanggakan.
Keunggulan
madrasah juga diperkuat melalui pengembangan bahasa internasional sebagai bekal
kompetensi global peserta didik. MAN 2 Yogyakarta menghadirkan guru-guru
profesional Bahasa Inggris, Arab, Jepang, dan Jerman yang secara aktif membina
kemampuan komunikasi, literasi global, serta kesiapan siswa menghadapi dunia
internasional. Penguatan bahasa ini terintegrasi dengan pembelajaran akademik,
riset, dan berbagai program kompetisi.
Sebagai
madrasah berbasis riset dan inovasi, MAN 2 Yogyakarta mendorong peserta didik
untuk berpikir kritis, kreatif, dan solutif. Program kelas riset, kelas
olahraga prestasi, Madrasah Plus Keterampilan, hingga layanan LBCI (Layanan
Belajar Cerdas Istimewa) telah mengantarkan banyak peserta didik menembus studi
lanjut di Fakultas Kedokteran UGM, Teknik di berbagai PTN seperti UNDIP, UB,
UNS, dan UPN, serta perguruan tinggi unggulan lainnya.
Dalam
amanat apel, Hartiningsih menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian
seluruh warga madrasah. Menurutnya, prestasi yang diraih merupakan buah dari
budaya kerja yang konsisten, kolaboratif, dan berorientasi pada mutu.
“Prestasi
ini bukan tujuan akhir, melainkan pijakan untuk terus tumbuh. Madrasah harus
menjadi ruang yang aman, inspiratif, dan menumbuhkan potensi terbaik peserta
didik dengan tetap menjunjung tinggi akhlak dan karakter,” tegasnya.
Senada
dengan hal tersebut, Kepala Tata Usaha MAN 2 Yogyakarta bersama jajaran tim
manajemen menegaskan bahwa penguatan tata kelola, layanan prima, dan dukungan
manajerial yang profesional menjadi kunci agar prestasi dapat berkelanjutan dan
berdampak luas.
Melalui
apel perdana dan apresiasi 414 prestasi ini, MAN 2 Yogyakarta meneguhkan
komitmennya sebagai madrasah unggul, berkarakter, berdaya saing global, serta
adaptif terhadap perkembangan zaman, sekaligus menjadi inspirasi pendidikan
Islam modern di tingkat nasional. (pusp)
Berikan Komentar