Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Kecepatan, kelincahan, dan kerja sama menjadi bagian penting dalam perjuangan tim futsal MAN 2 Yogyakarta pada ajang Piala by.U 2026. Aqil Syafiq Alim, yang akrab disapa Syafiq, turut mengambil peran sebagai flank dalam kompetisi yang digelar pada 9–11 Oktober 2026 di GOR Pangukan, Sleman. Bersama seluruh anggota tim, ia berkontribusi dalam perjalanan MAN 2 Yogyakarta hingga berhasil menembus partai final dan meraih posisi juara kedua. Sebagai pemain flank, Syafiq dituntut mampu memanfaatkan ruang di sisi lapangan, menciptakan peluang, serta membantu tim ketika bertahan maupun menyerang. Peran tersebut menjadi bagian dari dinamika permainan MAN 2 Yogyakarta saat berhadapan dengan sejumlah lawan, mulai dari SMAN 1 Banguntapan, SMAN 1 Sewon, SMA BOPKRI 1 Yogyakarta, hingga MA Muallimin Muhammadiyah Yogyakarta. Konsistensi permainan dan semangat untuk terus bersaing mengantarkan tim melaju ke babak final.
Salah
satu pertandingan yang meninggalkan kesan tersendiri bagi Syafiq adalah ketika
berhadapan dengan SMAN 1 Sewon. Tim tersebut bukan lawan yang asing bagi MAN 2
Yogyakarta karena keduanya juga pernah bertemu dalam ajang Futsal Series tahun
ini. Pertemuan kembali di Piala by.U menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan
dan kesiapan tim dalam menghadapi lawan yang sudah dikenal. Meski pertandingan
berakhir dengan skor imbang, hasil tersebut tetap memiliki arti penting bagi
MAN 2 Yogyakarta. SMAN 1 Sewon gagal melanjutkan langkah ke babak perempat
final (quarterfinal), sementara tim MAN 2 Yogyakarta terus menjaga peluang
untuk bersaing memperebutkan gelar juara. Bagi Syafiq, momen ini menjadi salah
satu pengalaman menarik yang membuat perjalanan di Piala by.U terasa semakin
berkesan.
Perjalanan
menuju podium juara kemudian mencapai puncaknya saat MAN 2 Yogyakarta bertemu
SMAN 1 Lendah di partai final. Kedua tim saling memberikan perlawanan hingga
pertandingan berakhir dengan kedudukan sama kuat, 3–3. Adu penalti pun menjadi
penentu hasil akhir. Meski telah berjuang hingga tahap tersebut, MAN 2
Yogyakarta harus mengakui keunggulan lawan dan mengakhiri turnamen sebagai
juara kedua. Hasil ini menjadi catatan prestasi sekaligus bahan evaluasi bagi
tim untuk menghadapi kompetisi selanjutnya. Bagi Syafiq dan rekan-rekannya,
setiap pertandingan memberikan pelajaran tentang pentingnya kekompakan,
strategi, dan kemampuan menjaga fokus dalam situasi yang menentukan.
Perjalanan
Piala by.U 2026 menunjukkan bahwa prestasi tidak hanya diukur dari gelar yang
diraih, tetapi juga dari proses dan pengalaman yang diperoleh selama
bertanding. Dengan bekal pengalaman menghadapi lawan-lawan tangguh hingga
pertandingan final, tim futsal Man 2 Yogyakarta diharapkan semakin matang,
mampu meningkatkan performa, dan siap mengejar hasil terbaik pada kompetisi
mendatang. (zul)