Atasi Jenuh Belajar Sejarah, Kelas XI D Hadirkan Keseruan Board Game ‘HEXAGO!’ Bersama Mahasiswi UIN Sunan Kalijaga

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) yang kerap diidentikkan dengan hafalan tokoh dan lini masa yang monoton, kini tampil beda dan penuh keseruan. Pada Rabu (13/5/2026), ruang kelas XI D disulap menjadi arena petualangan edukatif melalui uji coba media pembelajaran inovatif bernama HEXAGO!.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi apik antara guru mata pelajaran SKI, Indra Ristanta, S.Hum, bersama tiga mahasiswi program studi Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Semester 6, yaitu Masayu Mutia Umar, Zahra Alifah, dan Amalia Surya Adinda. media ini berakar dari keresahan bersama mengenai metode pembelajaran sejarah yang sering kali terasa menjemukan. Hal ini dikonfirmasi oleh Indra, yang menyatakan bahwa siswa kerap kali mengalami kesulitan dalam mengingat tokoh-tokoh sejarah Islam beserta peran krusial mereka.

Berangkat dari tantangan tersebut, tim mahasiswi PAI UIN Sunan Kalijaga merancang HEXAGO! sebagai output dari tugas mata kuliah Literasi Media dan Teknologi. Media berbentuk board game interaktif ini diintegrasikan khusus dengan materi “Peran Umat Islam pada Masa Penjajahan”, yang dirancang agar proses belajar mengajar menjadi lebih aktif, menyenangkan, dan adaptif bagi siswa.

Suasana kelas XI D mendadak riuh dan kompetitif saat kegiatan dimulai. Setelah mendapatkan pengenalan dari tim mahasiswa, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk memainkan board game secara bergantian. Berbeda dengan papan permainan biasa, HEXAGO! mengusung bentuk heksagon dengan tema visual jungle adventure yang memikat. Di dalam permainan ini, siswa tidak hanya dicecar pertanyaan teoretis, tetapi juga ditantang untuk Menyelesaikan tantangan kelompok secara kolaboratif. Memecahkan studi kasus kontekstual yang menghubungkan nilai-nilai Islam dalam sejarah dengan kehidupan sehari-hari. Serta mengeksplorasi kartu tokoh sejarah untuk mendalami peran para pahlawan Muslim.

Sepanjang sesi, siswa tampak terlibat langsung, berpikir kritis, sekaligus menikmati atmosfer kompetisi yang sehat antarkelompok. Inovasi pedagogi ini mendapat respons yang sangat positif dari pihak sekolah. Indra menyampaikan apresiasinya terhadap media pembelajaran ini. "Media pembelajaran HEXAGO! menjadi inovasi yang menarik karena mampu memantik siswa untuk bergerak dan berpikir lebih aktif di kelas. Ini membawa kesegaran baru dalam pembelajaran SKI," ungkap Indra.

Sementara itu, siswa kelas XI D juga menunjukkan ketertarikan yang luar biasa. Banyak di antara mereka yang mengaku bahwa materi sejarah kini terasa jauh lebih mudah dipahami dan seru. Saking asyiknya bermain sambil belajar, beberapa siswa bahkan sempat meminta tambahan waktu kepada guru agar bisa melanjutkan permainan edukatif tersebut.

Melalui kegiatan peninjauan dan uji coba media inovatif seperti HEXAGO!, madrasah terus berkomitmen mendukung ekosistem digital pedagogi dan metode pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered learning) demi menciptakan generasi yang cerdas, kreatif, dan menghargai sejarah. (Ris)

 


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp