Belajar Mitigasi Bencana dengan Metode Jigsaw, Murid MAN 2 Yogyakarta Tunjukkan Semangat Kolaborasi dan Kepedulian

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta)  — Inovasi pembelajaran kembali dihadirkan oleh MAN 2 Yogyakarta dalam upaya membangun kesadaran kebencanaan di kalangan murid. Pada Kamis (2/4/2026), suasana kelas XI G tampak berbeda dari biasanya. Pembelajaran Bab 4 tentang Mitigasi dan Adaptasi Kebencanaan dikemas melalui metode jigsaw oleh guru pengampu Heri Jatmiko, S.Pd, menghadirkan proses belajar yang interaktif, kolaboratif, dan inspiratif.

Kegiatan ini melibatkan seluruh murid kelas XI G yang dibagi ke dalam delapan kelompok sesuai dengan jenis bencana alam yang kerap terjadi di Indonesia, yakni kekeringan, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, angin puting beliung, gempa bumi, tsunami, gunung meletus, dan banjir. Setiap kelompok bertugas menggali pemahaman secara mendalam mulai dari pengertian, penyebab, wilayah rawan, hingga langkah mitigasi yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko bencana.

Melalui pendekatan ini, murid tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan aktif sebagai subjek pembelajaran. Diskusi berlangsung dinamis, saling bertukar informasi antaranggota kelompok, hingga akhirnya setiap murid mampu memahami materi secara komprehensif dari berbagai sudut pandang.

Salah satu murid, Sekar Andini Maltas, mengungkapkan kesan positifnya terhadap metode pembelajaran tersebut. “Sangat menyenangkan karena dibagi dalam kelompok, jadi bisa berdiskusi sekaligus belajar. Pembelajaran seperti ini menurut saya sangat bisa merefresh otak, karena di saat kita jenuh metode seperti ini membantu untuk bisa lebih paham dalam pelajaran,” ujarnya.

Keunikan kegiatan ini terletak pada keterlibatan aktif seluruh murid tanpa terkecuali. Setiap individu memiliki peran penting dalam menyelesaikan tugas kelompoknya, sehingga tercipta rasa tanggung jawab bersama sekaligus memperkuat kemampuan komunikasi dan kerja sama.

Lebih dari sekadar pembelajaran tematik, strategi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seperti ini menjadi bagian dari pola besar yang diterapkan MAN 2 Yogyakarta dalam mendorong prestasi murid. Pendekatan pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis pemecahan masalah terbukti mampu membangun daya pikir kritis, kemandirian belajar, serta konsistensi akademik, komponen penting dalam penilaian Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Tidak mengherankan jika pada tahun 2026, MAN 2 Yogyakarta mampu meloloskan hampir separuh muridnya ke berbagai perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP. Capaian ini menjadi refleksi keberhasilan strategi KBM yang tidak hanya menekankan hasil akhir, tetapi juga kualitas proses belajar yang terstruktur, berkelanjutan, dan berorientasi pada pengembangan potensi setiap murid.

Dengan demikian, pembelajaran berbasis jigsaw yang diterapkan di kelas XI G bukan sekadar metode alternatif, melainkan bagian dari ekosistem pendidikan unggul di MAN 2 Yogyakarta. Sebuah strategi yang tidak hanya menumbuhkan kepedulian terhadap kebencanaan, tetapi juga mengantarkan murid menjadi generasi berprestasi, adaptif, dan siap bersaing di jenjang pendidikan yang lebih tinggi. (Heri Jatmiko)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp