Berani Menyuarakan Kebenaran, Ghaffarianza Junico Hardiyanto Review Novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Ghaffarianza Junico Hardiyanto Meriview Buku Bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta Nuryanti A.Md

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Semangat literasi melalui program CALITA (Baca Balik Cerita) terus tumbuh di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta. Kali ini, Ghaffarianza Junico Hardiyanto, siswa kelas XB, membagikan ulasannya terhadap novel Teruslah Bodoh Jangan Pintar karya Tere Liye. Kegiatandilaksanakan Senin (02/11/2026) pukul 10.00 WIB di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta bersama Pustakawan Nuryanti A.Md

Novel tersebut mengangkat kisah politik yang berkaitan dengan perjuangan dua aktivis lingkungan dalam menyuarakan protes terhadap aktivitas pertambangan yang telah terbengkalai, tetapi masih menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Perjuangan mereka menghadapi mafia pertambangan yang mendapat perlindungan dari pihak pemerintah menjadi gambaran tentang rumitnya memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Ghaffarianza mengungkapkan bahwa pesan moral yang diperolehnya dari novel tersebut adalah pentingnya menjaga alam dan lingkungan serta senantiasa menjunjung tinggi kejujuran. Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan harus diwujudkan melalui keberanian untuk menyampaikan kebenaran.

Dua tokoh yang paling disukainya adalah Setya dan Mulya. Keduanya merupakan aktivis lingkungan yang berani bersikap kritis dan menyampaikan protes kepada pihak berwenang atas kerusakan lingkungan yang terjadi.

Ghaffarianza mengaku senang membaca novel tersebut karena jalan ceritanya sangat seru dan menghadirkan konflik yang menarik. Ia mengatakan bahwa cerita tersebut memberikan pengalaman membaca yang menyenangkan sekaligus membuka wawasan tentang persoalan lingkungan dan keberanian memperjuangkan keadilan.

Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, merasa senang dengan ulasan Ghaffarianza. Baginya, pilihan buku yang dibaca siswa menunjukkan bahwa literasi dapat menjadi pintu untuk memahami berbagai persoalan kehidupan, termasuk isu sosial, politik, dan lingkungan.

Nuryanti mengatakan “membaca bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga membangun keberanian berpikir kritis. Ia berharap melalui buku-buku yang dibaca, para siswa semakin peka terhadap persoalan di sekitarnya dan memiliki kepedulian untuk ikut menjaga lingkungan.”

Melalui CALITA, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus mengajak seluruh warga madrasah menjadikan membaca sebagai awal untuk berpikir, bercerita, dan menginspirasi sesama. CALITA: Baca Balik Cerita, Cinta Membaca, Bercerita, dan Menginspirasi Sesama. (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp