Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Masa Ta'aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) MAN
2 Yogyakarta Tahun Ajaran 2026/2027 kembali menghadirkan materi yang membangun
karakter peserta didik. Rabu (15/07/2026), salah satu sesi yang mendapat
perhatian besar adalah paparan bertema Moderasi Beragama yang disampaikan oleh
Drs. H. Soir, M.S.I. Materi tersebut mengajak seluruh murid baru untuk
memandang perbedaan sebagai anugerah yang memperkaya kehidupan, bukan sebagai
alasan untuk saling menjauhkan.
Dalam penyampaiannya, Soir membuka materi dengan sebuah metafora yang
menggugah. ”Keberagaman seperti hamparan taman bunga yang dipenuhi aneka warna,
bunga yang berbeda di taman tersebut tampak semakin indah, memikat, dan
mengundang decak kagum setiap orang yang memandangnya. Kehidupan manusia juga
memiliki hakikat yang sama. Tidak ada kehidupan yang berjalan dengan warna yang
seragam atau monoton. Perbedaan suku, budaya, cara berpikir, kondisi fisik,
latar belakang keluarga, maupun pengalaman hidup merupakan keniscayaan yang harus
diterima dengan penuh rasa syukur dan dijadikan kekuatan untuk saling
melengkapi,” paparnya.
Soir menegaskan bahwa sebagai bagian dari keluarga besar MAN 2 Yogyakarta,
setiap murid memiliki tanggung jawab untuk menjaga suasana madrasah yang
harmonis. Kehidupan belajar yang nyaman hanya dapat terwujud apabila seluruh
warga madrasah mampu menghormati dan menghargai setiap individu tanpa
membedakan latar belakangnya. Semangat moderasi beragama harus diwujudkan
melalui sikap saling menghormati, saling membantu, dan membangun komunikasi
yang santun dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan
munculnya perilaku diskriminatif maupun tindakan perundungan (bullying). Setiap
murid berhak memperoleh rasa aman, nyaman, dan dihargai selama menempuh
pendidikan di madrasah.
Melalui materi ini, para peserta MATAMUDA diajak untuk membangun karakter
moderat sejak awal memasuki lingkungan madrasah. Moderasi beragama tidak hanya
dipahami sebagai konsep, tetapi diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, seperti
menghargai pendapat orang lain, menghindari prasangka, menumbuhkan empati,
serta menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan musyawarah. Nilai-nilai
tersebut menjadi bekal penting dalam membangun kehidupan yang damai di tengah
masyarakat yang majemuk.(soir)
Berikan Komentar