Boarding MAN 2 Yogyakarta Menguat dan Menginspirasi, Kunjungan Wakil Menteri Agama RI Teguhkan Iman, Prestasi, dan Masa Depan Madrasah


Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Boarding MAN 2 Yogyakarta menerima kunjungan kehormatan Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia beserta istri Maya Suhasni Siregar, S.E., pada Sabtu (03/01/2026), didampingi Nona Gayatri Nasution, S.Si, Staf Khusus Menteri Agama Bidang Hubungan dan Kerja Sama Kelembagaan, Yuli Rahmawati, Kasubbag TU Wamenag RI, Dr. Ahmad Bahiej, S.H., M.Hum, Kepala Kantor Wilayah Kemang DIY, beserta istri Dr. Hj. Ening Herniti Ahmad Bahiej, M.Hum Ketua DWP Kanwil Kemenag DIY. Kehadiran jajaran Kementerian Agama ini menjadi energi penguat bagi civitas akademika, khususnya dalam meneguhkan eksistensi Boarding Ihya'ul Ulum sebagai pusat pembinaan iman, ilmu, dan prestasi.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Agama RI Dr. K.H. Romo R. Muhammad Syafi’i menyerahkan bantuan sebesar Rp150.000.000,- , ditambah lima puluh juta untuk membantu operasional kebutuhan santri, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan konkret terhadap penguatan sarana Boarding Ihya'ul Ulum MAN 2 Yogyakarta, khususnya pascakejadian musibah kebakaran sebagian kamar asrama. Bantuan ini menjadi wujud kehadiran negara yang menenangkan, menguatkan, dan memberi harapan baru bagi pemulihan serta peningkatan kualitas layanan boarding.


Bantuan senilai Rp200 juta tersebut menjadi energi percepatan rehabilitasi asrama sekaligus penguatan fasilitas pendukung boarding. Lebih dari sekadar dukungan material, bantuan ini dimaknai sebagai amanah untuk menghadirkan lingkungan asrama yang lebih aman, nyaman, dan layak, sekaligus memperkuat pembinaan santri tahfidz secara berkelanjutan.

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih atas kehadiran Wakil Menteri Agama RI. Ia menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan kehormatan besar sekaligus penguat spiritual bagi madrasah. Dengan kerendahan hati, Hartiningsih juga menyampaikan permohonan maaf atas segala keterbatasan dalam penyambutan, seraya menegaskan komitmen madrasah untuk terus berbenah dan melayani dengan sepenuh hati.


Boarding MAN 2 Yogyakarta dihuni santri dari berbagai daerah di Indonesia. Sejak kuota awal 20 santri pada 2014 dan menerima santri pertama pada 2015, boarding ini berkembang konsisten dengan sistem seleksi berbasis tahfidz minimal 2 juz serta pembinaan intensif. Hingga akhir 2025, sebanyak 188 santri tahfidz yang akan memperoleh apresiasi pada Jumat (09/01/2026) mendatang, 60 diantaranya adalah santriwati Ihya'ul Ulum. Santriwati  Ihya'ul Ulum dengan target pembinaan hafalan minimal 6 juz, akhlak Qur’ani, dan prestasi akademik yang berimbang.

Di tengah ujian berupa musibah kebakaran sebagian kamar asrama, sebuah peristiwa yang tidak diinginkan siapa pun, madrasah menegaskan sikap iman dan kedewasaan spiritual. Seluruh peserta didik dipastikan tidak kehilangan hak, proses KBM tetap berjalan normal, dan rehabilitasi asrama terus diupayakan secara bertahap. Peristiwa ini dimaknai sebagai ruang evaluasi, peningkatan ketaatan, dan penguatan keyakinan bahwa setiap ujian hadir bersama jalan kebaikan.


MAN 2 Yogyakarta dikenal luas sebagai madrasah multi tipologi yang adaptif dan visioner. Sekitar 95 persen lulusan diterima di perguruan tinggi, termasuk luar negeri. Madrasah ini memiliki Kelas Khusus Olahraga (KKO) dengan atlet berprestasi tingkat nasional bahkan internasional, program Broadcasting dan Multimedia yang membuka akses magang hingga diterima bekerja di media dan televisi, riset, ramah anak, Layanan Belajar Cerdas Istimewa dan Adi Wiyata.

Penguatan tahfidz berjalan seiring dengan prestasi akademik. Integrasi keduanya telah mengantarkan peserta didik diterima di program studi bergengsi, termasuk kedokteran di UGM, studi lanjut ke perguruan tinggi luar negeri, hal ini menjadi bukti bahwa madrasah mampu memadukan Al-Qur’an, sains, dan daya saing global.

Tahun 2025 menjadi brandmark MAN 2 Yogyakarta dengan torehan 414 prestasi dalam 365 hari. Capaian ini didukung ekosistem pembelajaran yang kuat serta fasilitas hasil dukungan SBSN, mulai dari perpustakaan representatif, boarding, hingga layanan akademik dan tahfidz yang terintegrasi. Perpustakaan dengan koleksi rujukan bermutu menjadi denyut literasi dan riset peserta didik.

Dalam arahannya, Wakil Menteri Agama RI mengapresiasi ketangguhan MAN 2 Yogyakarta dalam menjaga semangat dan prestasi di tengah tantangan. Ia menegaskan pentingnya basis keagamaan yang kokoh sebagai payung pengembangan ilmu pengetahuan, sekaligus mendorong madrasah terus adaptif menyiapkan generasi saintis, teknokrat, dan insan berakhlak yang relevan dengan kebutuhan zaman.


Hadir pada kegiatan ini Kepala Kakamenag Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, S.Psi., M, Eng, Ka. Subbag TU: H. Ahmad Mustafid, S.Ag. M. Hum, Ka. Seksi Pendidikan Madrasah: Elfa Tsurroya, S.Ag, M.Pd.I, Pengawas MA, Evi Effrisanti, S.TP, Ketua Komite MAN 2 Yogyakarta, Drs. H. Nur Abadi, MA, sebagai representasi dukungan orang tua dan masyarakat, serta Kepala Tata Usaha MAN 2 Yogyakarta, Isti Wahyuni, S.E., M.M., yang bersama segenap guru dan tenaga kependidikan menunjukkan soliditas dan kesiapan madrasah dalam melayani peserta didik di berbagai kondisi.

Menatap masa depan, MAN 2 Yogyakarta berkomitmen mempercepat rehabilitasi asrama, memperkuat pembinaan santri, serta meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dengan doa dan dukungan semua pihak, Boarding MAN 2 Yogyakarta melangkah menuju gerbang yang lebih maju, berkembang, dan berkualitas, menghadirkan madrasah unggul yang menautkan iman, ilmu, dan prestasi untuk Indonesia. (pusp)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp