Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta kembali menghadirkan kegiatan literasi melalui program “Baca, Balik, Cerita”. Kali ini, Bromo Cailendra S.Kom Tendik MAN 2 Yogyakarta berbagi cerita dan mereview novel Sang Alkemis karya Paulo Coelho pada Senin (3/8/2026) pukul 08.30 WIB di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta bersama Pustakawan Nuryanti, A.Md.
Dengan
penuh penghayatan, Bromo Cailendra yang juga Tendik berprestasi ini menceritakan
isi novel yang mengisahkan perjalanan seorang pengembara dalam mencari harta
karun. Perjalanan tersebut membawanya dari Spanyol menuju Mesir. Dalam
perjalanan panjang itu, sang pengembara mengalami berbagai peristiwa yang tidak
hanya menjadi bagian dari petualangan, tetapi juga menghadirkan banyak hikmah
dan kebijaksanaan tentang kehidupan.
Menariknya,
harta karun yang selama ini dicari oleh sang pengembara ternyata berada di
Spanyol, tempat Ia tinggal sejak awal. Kisah tersebut membuat Bromo semakin
penasaran selama membaca novel, karena di mana sebenarnya harta karun yang
sesungguhnya berada.
Bagi
Bromo, Sang Alkemis bukan sekadar cerita tentang perjalanan mencari harta
karun. Novel tersebut memberikan pesan moral yang mendalam tentang pentingnya
memiliki impian dan cita-cita serta keberanian untuk memperjuangkannya.
“Jika
kita memiliki impian dan cita-cita, kita harus fokus untuk mendapatkannya.
Tetap bergerak dan berusaha untuk menggapainya. Walaupun cita-cita atau impian
tersebut belum tercapai saat ini, kita akan mendapatkan hal-hal baik yang
berguna bagi kehidupan. Dan jika kita pantang menyerah untuk mendapatkannya,
suatu saat pasti akan mendapatkannya,” tutur Bromo.
Pustakawan
MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, A.Md., mengaku tersentuh mendengarkan cerita yang
disampaikan Bromo. Menurutnya, kisah Sang Alkemis yang disampaikan Bromo
mengingatkan bahwa perjalanan menuju impian sering kali sama pentingnya dengan
hasil yang ingin dicapai.
“Cerita
Pak Bromo membuat saya tersentuh karena dari sebuah perjalanan mencari harta
karun, kita belajar bahwa kehidupan juga merupakan sebuah perjalanan.
Terkadang, kita harus pergi jauh, mengalami berbagai hal, dan melewati banyak
proses untuk akhirnya menyadari bahwa sesuatu yang kita cari mungkin sebenarnya
sudah begitu dekat dengan kita. Yang terpenting adalah terus melangkah, belajar
dari setiap pengalaman, dan tidak pernah menyerah pada impian,” ungkap
Nuryanti.
Kegiatan
“Baca, Balik, Cerita” menjadi ruang bagi Pemustaka untuk tidak hanya membaca
buku, tetapi juga berbagi pengalaman dan mengambil nilai-nilai kehidupan dari
setiap cerita yang dibacanya. Melalui kegiatan ini, Perpustakaan berupaya
menumbuhkan budaya literasi yang aktif, reflektif, dan menyenangkan di
lingkungan MAN 2 Yogyakarta.
Baca
bukunya, kembalikan bukunya, ceritakan isinya. Karena setiap buku punya cerita
dan setiap cerita memiliki makna. (nur)