Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Aroma tumisan bawang dan kepulan asap dari tungku kayu darurat memenuhi area perkemahan di sekitar lingkungan MAN 2 Yogyakarta. Namun, di balik keriuhan peralatan masak yang beradu, sedang berlangsung proses pendidikan yang jauh lebih mendalam daripada sekadar mengolah bahan pangan.
Dalam gerakan Gerakan Pramuka, kegiatan memasak (cooking skill) kembali ditegaskan bukan hanya sebagai kecakapan hidup (life skill), melainkan juga sebagai instrumen penting dalam pembentukan karakter tunas bangsa. Nilai-nilai kemandirian, tanggung jawab, kerja sama, serta kepemimpinan tumbuh secara alami melalui aktivitas sederhana namun sarat makna ini.
Para peserta CBT (Camping Bhakti Terpadu) mengawali kegiatan pagi mereka dengan memasak secara berkelompok. Setiap sangga berbagi tugas, mulai dari menyiapkan bahan, menyalakan api, hingga mengolah makanan dengan peralatan terbatas. Tantangan kondisi lapangan justru menjadi sarana pembelajaran yang efektif untuk melatih kreativitas dan ketangguhan para peserta.
Hasil olahan dari berbagai sangga kemudian disatukan dan dinikmati bersama. Momen makan bersama ini tidak hanya menjadi ajang melepas lelah, tetapi juga mempererat kebersamaan dan kekompakan antar peserta. Suasana hangat penuh canda tawa mencerminkan kuatnya ikatan persaudaraan yang terbangun selama kegiatan berlangsung.
Pembina pramuka MAN 2 Yogyakarta menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan kehidupan. “Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar bahwa keberhasilan tidak diraih secara individu, melainkan melalui kerja sama dan saling membantu,” ujarnya.
Kegiatan pramuka yang berlangsung di lingkungan sekitar madrasah ini pun mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Selain memasak, berbagai aktivitas lain seperti penjelajahan, permainan edukatif, dan pembinaan mental-spiritual turut melengkapi rangkaian kegiatan CBT.
Dengan semangat kebersamaan dan nilai-nilai kepramukaan yang terus ditanamkan, MAN 2 Yogyakarta berharap mampu mencetak generasi muda yang berkarakter kuat, mandiri, serta siap menjadi agen perubahan di masa depan. (Ahmad Syukron)
Berikan Komentar