Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Sebuah buku tak selalu berakhir
sebagai kumpulan halaman, sebab di tangan anak muda kreatif, ia bisa menjelma
menjadi cahaya yang membawa cerita tentang Indonesia. Jumat (16/10/2026), Keyla
Mutiara Anindya Darmawan dan Adinda Dwi Laleani, peserta didik kelas XI MAN 2
Yogyakarta, membawa gagasan terbaiknya dalam babak final Festival Inovasi dan
Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) Jenjang Pendidikan Menengah Tingkat
Nasional 2026. Berlangsung pada 12–17 Oktober 2026 di Universitas Pendidikan
Ganesha (Undiksha), Buleleng, Bali, keikutsertaan mereka mencuri perhatian
melalui inovasi souvenir book-lamp yang menarik minat pengunjung ekspo.
Di tengah beragam karya inovatif yang dipamerkan, stand MAN 2 Yogyakarta
ramai didatangi pengunjung yang ingin melihat lebih dekat produk buatan kedua
finalis tersebut. Book-lamp hadir sebagai suvenir berbentuk buku yang memadukan
keindahan desain, fungsi praktis, portabilitas, dan pesan edukasi budaya dalam
satu karya kreatif. Antusiasme pengunjung menjadi kesempatan berharga bagi
Keyla dan Adinda untuk memperkenalkan gagasan, membangun komunikasi dengan
calon konsumen, sekaligus menyerap masukan demi penyempurnaan produk.
Keistimewaan book-lamp tidak hanya terletak pada tampilannya, tetapi juga
pada konsep Do It Yourself (DIY) yang mengajak pengguna terlibat
langsung dalam proses perakitan atau pengembangan produk. Melalui pengalaman
tersebut, suvenir tidak lagi sekadar benda kenangan, melainkan menjadi ruang
untuk berkreasi sekaligus mengenal kekayaan budaya dan sejarah Indonesia dengan
cara yang lebih interaktif. Perpaduan kreativitas, fungsi, dan nilai budaya ini
memperlihatkan bagaimana warisan bangsa dapat dikemas menjadi produk industri
kreatif yang relevan dengan selera generasi masa kini.
Perjalanan menuju final nasional juga menjadi ruang pembelajaran nyata bagi
kedua peserta didik untuk mengasah kemampuan presentasi, komunikasi, pemasaran,
serta pengembangan model bisnis. Di balik keberanian mereka memperkenalkan
produk, terdapat proses pembinaan dan pendampingan guru MAN 2 Yogyakarta yang
mendorong ide-ide peserta didik tumbuh menjadi karya bernilai. Kepala MAN 2
Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas capaian
tersebut karena inovasi Keyla dan Adinda menunjukkan bahwa kreativitas murid
madrasah dapat berpadu dengan potensi ekonomi dan kepedulian terhadap
pelestarian budaya bangsa.
Keikutsertaan dalam FIKSI 2026 menjadi langkah penting bagi Keyla dan
Adinda untuk terus menyempurnakan book-lamp sekaligus memperluas wawasan dalam
dunia kewirausahaan. Bagi MAN 2 Yogyakarta, pengalaman ini menegaskan bahwa
pendidikan bukan hanya tentang menguasai pengetahuan, melainkan juga keberanian
menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat. Semoga cahaya kecil dari
sebuah buku ini menjadi awal perjalanan besar bagi kedua finalis untuk
mengembangkan usaha kreatif, menghidupkan cerita budaya Indonesia, dan
mengharumkan nama madrasah serta Daerah Istimewa Yogyakarta di tingkat
nasional.(nng)
Berikan Komentar