CALITA Hidupkan Literasi Sejarah, Tiga Siswa MAN 2 Yogyakarta Ceritakan Kisah Ken Arok dan Ken Dedes di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Review Buku Bersama di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Program CALITA (Baca Balik Cerita) kembali menghadirkan suasana literasi yang menyenangkan di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta. Kali ini, tiga siswa kelas XC, Aqila Misykah F., Nayla Amelia P., dan Rafifah Naila A., berbagi cerita tentang buku Ken Arok Ken Dedes karya Gamal Komandoko.

Kegiatan berlangsung pada Rabu (04/11/2026) pukul 12.30 WIB bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta Nuryanti A.Md. Ketiganya menceritakan kembali isi buku yang mengangkat kisah sejarah Ken Arok dan Ken Dedes serta perjalanan berdirinya Kerajaan Singasari.

Buku tersebut menggambarkan perjalanan kekuasaan, ambisi, konflik, dan berbagai peristiwa yang mewarnai kehidupan tokoh-tokohnya. Dari kisah tersebut, pembaca dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya mengendalikan ambisi, bersikap bijaksana, serta memahami bahwa setiap tindakan memiliki konsekuensi.

Aqila Misykah F mengungkapkan bahwa membaca buku sejarah memberinya pengalaman sekaligus pengetahuan baru.

“Menurut saya, kisah Ken Arok dan Ken Dedes menarik karena menceritakan sejarah kerajaan pada masa dahulu. Saya jadi lebih mengenal tokoh-tokoh dalam sejarah Nusantara,” ungkapnya.

Senada dengan Aqila Misykah F, Nayla Amelia P menyampaikan bahwa kisah tersebut memberikan pelajaran tentang kehidupan.

“Dari cerita ini, saya belajar bahwa ambisi harus dikendalikan. Kita juga harus berpikir terlebih dahulu sebelum melakukan sesuatu karena setiap tindakan pasti memiliki akibat,” tuturnya.

Sementara itu, Rafifah Naila A mengaku senang bisa membagikan kembali cerita dari buku yang dibacanya.

“Menceritakan kembali isi buku membuat saya lebih memahami ceritanya. Ternyata membaca bukan hanya tentang mengetahui isi buku, tetapi juga berbagi pengetahuan dengan orang lain,” ujarnya.

Pustakawan Nuryanti A.Md mengaku senang melihat antusiasme para siswi dalam mengikuti kegiatan review buku.

“Saya senang karena siswa tidak hanya meminjam dan membaca buku, tetapi juga mau meluangkan waktu untuk menceritakan kembali apa yang telah mereka baca. Inilah semangat yang ingin kita tumbuhkan melalui CALITA. Membaca tidak berhenti ketika buku selesai dibaca, tetapi berlanjut menjadi cerita dan inspirasi bagi orang lain,” ungkap Nuryanti.

Ia juga menegaskan bahwa CALITA terbuka bagi seluruh warga madrasah.

“Bukan hanya siswa, guru dan tenaga kependidikan juga dapat berpartisipasi. Saya ingin perpustakaan menjadi ruang yang hidup, tempat setiap orang bisa membaca, berbagi cerita, dan saling menginspirasi. Setiap pembaca memiliki cerita yang layak didengarkan,” tambahnya.

Program CALITA di MAN 2 Yogyakarta mengajak seluruh warga madrasah membangun budaya literasi melalui rangkaian kegiatan Pinjam, Baca, Balik, Cerita, Review, dan Apresiasi. Melalui kegiatan ini, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat meminjam dan mengembalikan buku, tetapi juga menjadi ruang interaksi, ekspresi, dan apresiasi terhadap pengalaman membaca.

CALITA: Baca Balik Cerita. Cinta Membaca, Bercerita, dan Menginspirasi Sesama. (nur)

 

 


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp