Dari Daun yang Jatuh Felyn Belajar tentang Ketulusan dan Penerimaan di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Review Bersama di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Kegiatan Literasi Baca Balik Cerita kembali berlangsung di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Jumat (14/08/2026) pukul 09.30 WIB. Kali ini, Latifa Felyn Humairo, siswa kelas XII-E, mereview novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta dan Mahasiswa PK (Praktek Kependidikan) UNY.

Novel tersebut mengisahkan perjalanan hidup Tania, seorang anak yang hidup dalam keterbatasan bersama ibu dan adiknya. Kehidupan Tania berubah ketika Ia bertemu Danar, sosok yang memberikan perhatian dan membantu keluarganya. Danar kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Tania hingga dewasa.

Melalui kisah Tania, pembaca diajak memahami tentang kasih sayang, kehilangan, pengorbanan, ketulusan, harapan, dan menerima kenyataan. Judul novel ini menggambarkan filosofi tentang daun yang jatuh dan tidak pernah membenci angin yang menjatuhkannya sebuah gambaran tentang belajar menerima perjalanan hidup dengan lapang hati.

Dalam reviewnya Felyn menyampaikan bahwa salah satu pelajaran penting yang Ia dapatkan adalah tentang menghargai orang yang pernah memberikan kebaikan dalam hidup.

“Jangan pernah membenci orang yang pernah menolongmu,” ungkap Felyn.

Menurut Felyn, kebaikan seseorang hendaknya tetap dikenang meskipun keadaan dan hubungan dalam kehidupan dapat berubah. Sikap tersebut mengajarkan manusia untuk menghargai ketulusan dan tidak melupakan jasa orang lain.

Nuryanti, A.Md., Pustakawan MAN 2 Yogyakarta menanggapi bahwa kisah dalam novel tersebut memberikan pelajaran tentang bagaimana seseorang menghadapi kehidupan dengan ketulusan dan penerimaan. Menurutnya, membaca karya sastra bukan hanya tentang memahami jalan cerita, tetapi juga menemukan nilai-nilai kehidupan di dalamnya.

Sementara itu, Unaiza Nafta Lima Haka, mahasiswa PK UNY Program Studi Pendidikan Ekonomi, menyoroti pesan tentang ketulusan dan kebaikan yang dapat menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari. Ia mengapresiasi Felyn yang mampu menemukan pesan moral dari bacaan dan menyampaikannya kembali dengan bahasanya sendiri.

Kamila Martiana, mahasiswa PK UNY Program Studi Bimbingan dan Konseling, menggarisbawahi pentingnya kemampuan menerima kenyataan dan menghargai orang-orang yang hadir dalam perjalanan hidup. Menurutnya, cerita dalam novel dapat menjadi sarana bagi siswa untuk belajar memahami perasaan, hubungan, serta proses pendewasaan diri.

Kegiatan Literasi Baca Balik Cerita menjadi ruang bagi siswa untuk tidak sekadar membaca, tetapi juga menceritakan kembali, menyampaikan pendapat, dan menemukan makna dari setiap bacaan.

Melalui kegiatan ini, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus menumbuhkan budaya literasi dengan semangat “Baca, Balik, Cerita!”, karena setiap buku tidak hanya menyimpan cerita, tetapi juga menghadirkan pelajaran yang dapat dibawa dalam kehidupan. (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp