Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA) bukan sekadar tentang seberapa banyak rumus yang mampu dihafalkan, tetapi tentang bagaimana siswa memahami konsep dan menggunakannya untuk memecahkan persoalan. Kamis (17/09/2026), semangat tersebut menjadi benang merah dalam Workshop Strategi Penyelesaian Soal TKA Matematika yang digelar Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Matematika SMA Daerah Istimewa Yogyakarta. Bertempat di Gedung PN Erlangga Yogyakarta, kegiatan ini diikuti sekitar 80 guru SMA dan MA dari berbagai wilayah di DIY.
Workshop menghadirkan Dr. Ni Ketut Lasmi, M.PFis. dari Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membahas kebijakan TKA dan arah pembelajaran yang perlu disiapkan guru. Ia menjelaskan berbagai aspek penting, mulai dari mata pelajaran dan bentuk soal hingga materi, konteks yang diujikan, serta pola pembelajaran yang relevan dengan karakter TKA. Menurutnya, kemampuan bernalar, literasi, dan berpikir tingkat tinggi perlu mendapat ruang lebih kuat agar siswa tidak hanya terbiasa mengerjakan soal secara prosedural, tetapi mampu memahami persoalan secara konseptual dan kontekstual.
Sesi berikutnya menghadirkan Suyanto, S.Pd., Ketua MGMP Matematika SMA se-DIY, yang mengajak peserta membedah strategi penyelesaian soal TKA Matematika secara lebih praktis. Lima pilar yang ditekankan meliputi penguatan perhitungan dasar, penguasaan pengetahuan dasar, kemampuan membaca literasi soal dan menemukan clue, penalaran dalam memilih jawaban, serta pembiasaan latihan secara konsisten. Pesan tersebut mengingatkan bahwa strategi menghadapi soal tidak dapat dilepaskan dari fondasi matematika yang kuat dan kebiasaan berlatih secara terarah.
Antusiasme peserta semakin terasa ketika workshop memasuki sesi praktik membedah soal-soal yang membutuhkan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau HOTS. Guru tidak hanya diajak mencari jawaban akhir, tetapi juga melihat bagaimana sebuah soal dapat dibaca, dipahami, dan diurai langkah demi langkah sebelum menentukan pilihan. Suasana belajar yang interaktif membuat forum tersebut menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus memperkaya cara guru mendampingi siswa menghadapi tantangan akademik.
Melalui kegiatan ini, MGMP Matematika SMA DIY berupaya memperkuat kesiapan guru SMA dan MA dalam memberikan pendampingan yang lebih terarah menjelang TKA Matematika 2026. Kesamaan pemahaman dan strategi diharapkan dapat membantu guru membangun pembelajaran yang lebih bermakna, dari sekadar latihan soal menuju penguatan nalar dan pemahaman konsep. Pada akhirnya, di balik setiap soal matematika terdapat kesempatan bagi siswa untuk belajar berpikir, berproses, dan percaya pada kemampuan dirinya sendiri.(alf)
Berikan Komentar