Dari Larutan ke Pemahaman: Praktikum Kimia yang Menyalakan Nalar dan Cinta Belajar

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Pembelajaran kimia tak lagi sekadar teori di papan tulis. Pada Kamis (26/02/2026), Suprimadyo, S.Pd menghadirkan pengalaman belajar bermakna melalui praktikum di laboratorium kimia dengan tema Menguji Daya Hantar Listrik Berbagai Larutan. Kegiatan ini menjadi contoh nyata praktik baik pembelajaran yang mengintegrasikan pendekatan deep learning dengan semangat kurikulum berbasis cinta.

Dalam kegiatan tersebut, peserta didik tidak hanya mengikuti langkah kerja pada Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), tetapi diajak untuk mengalami sendiri proses ilmiah. Dengan menggunakan larutan seperti NaCl, HCl, NHOH, gula, urea, dan alkohol, peserta didik mengamati secara langsung perbedaan nyala lampu dan munculnya gelembung sebagai indikator daya hantar listrik.

Suprimadyo menjelaskan bahwa tujuan utama praktikum ini bukan hanya agar peserta didik mampu menggolongkan larutan elektrolit dan non-elektrolit, tetapi juga melatih kepekaan berpikir ilmiah. “Saat peserta didik melihat lampu menyala terang atau redup, mereka tidak sekadar mencatat, tetapi mulai bertanya: mengapa bisa berbeda? Di situlah proses deep learning terjadi,” ungkapnya.

Pendekatan deep learning dalam pembelajaran ini tampak dari keterlibatan aktif peserta didik dalam mengamati, menganalisis, hingga menarik kesimpulan. Peserta didik didorong untuk mengaitkan fenomena yang diamati dengan konsep partikel dalam larutan, sehingga terbentuk pemahaman yang lebih mendalam dan tidak mudah dilupakan.

Lebih dari itu, praktik pembelajaran ini juga mencerminkan implementasi kurikulum berbasis cinta. Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi menghadirkan suasana belajar yang menghargai proses, kesalahan, dan rasa ingin tahu peserta didik. Setiap percobaan menjadi ruang dialog, bukan sekadar evaluasi benar atau salah.

Peserta didik terlihat antusias saat mengamati perubahan yang terjadi pada setiap larutan. Diskusi kecil antar kelompok pun mengalir alami, menunjukkan bahwa pembelajaran telah bertransformasi menjadi pengalaman kolaboratif yang menyenangkan.

Melalui praktikum ini, laboratorium tidak hanya menjadi tempat eksperimen, tetapi juga ruang tumbuhnya karakter: teliti, jujur dalam mencatat data, serta berani mengemukakan pendapat. Inilah esensi pendidikan yang sesungguhnya, menggabungkan pengetahuan, keterampilan, dan nilai.

Praktik baik yang dilakukan Suprimadyo, S.Pd ini menjadi inspirasi bahwa pembelajaran sains dapat dikemas secara kontekstual, mendalam, dan penuh makna. Ketika ilmu dipelajari dengan cinta, maka pengetahuan tidak hanya dipahami, tetapi juga dihidupi. (Suprimadyo_Kimia)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp