Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Sebuah layang-layang tidak hanya terbang di langit. Bagi Vinsa Novia Aurellivi, siswi kelas XII G MAN 2 Yogyakarta, layang-layang dalam buku Suku Penunggang Layang-Layang karya Tere Liye menjadi simbol keberanian untuk menaklukkan rasa takut dan percaya pada kemampuan diri sendiri.
Kamis (24/09/2026) pukul 12.40 WIB, bertempat di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Vinsa membagikan cerita dari buku yang telah dibacanya dalam program literasi “Baca, Balik, Cerita”, bersama Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, A.Md.
Dengan penuh penghayatan, Vinsa menceritakan kisah Tetukong, tokoh yang memiliki keinginan untuk menaiki layang-layang, tetapi tidak mampu melakukannya karena diliputi rasa takut. Dalam perjalanan ceritanya, dukungan dan motivasi dari ayah dan ibunya menjadi kekuatan bagi Tetukong untuk menghadapi ketakutannya.
Perlahan, Tetukong mulai percaya pada dirinya sendiri. Hingga akhirnya, ia berhasil mengalahkan rasa takut dan mampu menaiki layang-layang.
Bagi Vinsa, kisah tersebut memberikan pesan sederhana tetapi bermakna: percaya diri adalah langkah awal untuk menghadapi ketakutan dan mencoba sesuatu yang sebelumnya terasa mustahil.
Dengan penuh penghayatan saat menceritakan kembali, Vinsa menunjukkan bahwa membaca bukan sekadar memahami rangkaian kata dalam buku. Lebih dari itu, membaca juga menjadi perjalanan untuk menemukan nilai kehidupan yang dapat diterapkan dalam keseharian.
Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, A.Md., mengapresiasi kemampuan Vinsa dalam menangkap pesan moral dari buku yang dibacanya.
“Kisah Tetukong mengingatkan kita bahwa rasa takut itu wajar, tetapi jangan sampai rasa takut membuat kita berhenti mencoba. Dukungan dari orang-orang terdekat juga dapat menjadi energi bagi seseorang untuk percaya pada dirinya sendiri,” ungkap Nuryanti.
Melalui program “Baca, Balik, Cerita”, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus memberikan ruang kepada siswa untuk menyampaikan kembali pengalaman membaca dengan cara yang personal dan bermakna. Program ini mengajak siswa melalui tahapan Pinjam – Baca – Balik – Cerita – Review – Apresiasi, sehingga buku tidak berhenti sebagai bacaan, tetapi dapat melahirkan refleksi dan cerita yang menginspirasi.
Dari kisah Tetukong, Vinsa menemukan satu pesan penting: ketika keberanian untuk mencoba tumbuh, rasa takut perlahan kehilangan kekuatannya. (nur)
Berikan Komentar