Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Budaya literasi di Madrasah bukan hanya tumbuh di kalangan siswa, tetapi juga menjadi bagian dari kebiasaan warga madrasah. Semangat tersebut salah satunya ditunjukkan oleh Muhammad Aulia Ash Shidiq, S.Kom., Pranata Komputer MAN 2 Yogyakarta, yang turut memanfaatkan Perpustakaan sebagai ruang untuk membaca dan menambah wawasan.
Senin (05/10/2026)
pukul 07.30 WIB, Aulia meminjam buku berjudul Bahagia Beragama Bersama Gus Baha
karya Khoirul Anam di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta. Proses peminjaman dilayani
oleh Pustakawan Nuryanti A.Md
Di tengah
kesehariannya yang banyak bersinggungan dengan teknologi dan perangkat digital,
Aulia tetap menyempatkan diri untuk membaca buku. Baginya, membaca menjadi
salah satu cara untuk memperluas wawasan, memperoleh pengetahuan baru,
sekaligus mendapatkan inspirasi.
“Bagi saya,
membaca tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga memberikan perspektif dan
inspirasi baru. Karena itu, saya senang dapat memanfaatkan koleksi yang
tersedia di Perpustakaan,” ungkap Aulia.
Pustakawan MAN 2
Yogyakarta, Nuryanti A.Md memberikan apresiasi positif atas kepedulian Aulia
terhadap budaya membaca. Menurutnya, keterlibatan tenaga kependidikan dalam
kegiatan literasi menjadi contoh bahwa budaya membaca merupakan tanggung jawab
dan kebutuhan bersama seluruh warga madrasah.
“Apresiasi untuk
Pak Aulia yang telah meluangkan waktu untuk membaca dan memanfaatkan koleksi Perpustakaan.
Literasi bukan hanya untuk siswa, tetapi menjadi budaya bersama seluruh warga
madrasah,” tutur Nuryanti.
Nuryanti
menambahkan bahwa kebiasaan warga madrasah dalam memanfaatkan koleksi Perpustakaan
merupakan energi positif bagi tumbuhnya ekosistem literasi di MAN 2 Yogyakarta.
Kehadiran berbagai kalangan di Perpustakaan menunjukkan bahwa Perpustakaan
bukan sekadar tempat menyimpan buku, tetapi juga menjadi ruang belajar,
menemukan inspirasi, dan mengembangkan wawasan.
Literasi di MAN 2
Yogyakarta terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan yang mendorong warga
madrasah untuk membaca, berbagi cerita, dan menginspirasi sesama. Semangat
tersebut sejalan dengan upaya Perpustakaan Mandaya dalam menghadirkan budaya
literasi yang aktif, inklusif, dan berkelanjutan.
Dari layar
komputer ke lembar buku, Aulia menunjukkan bahwa teknologi dan literasi dapat
berjalan beriringan. Sebuah kebiasaan sederhana untuk membuka buku dapat
menjadi langkah kecil dalam membangun budaya membaca di madrasah.
Satu buku dibaca,
satu wawasan bertambah, dan satu inspirasi dapat menular kepada sesama.