Yogyakarta
(MAN 2 Yogyakarta) - Muhammad Newton Alfa Nabil resmi dinobatkan sebagai
lulusan terbaik MAN 2 Yogyakarta Tahun 2026 dalam prosesi akhirusanah yang
digelar Selasa (5/5/2026) di Performance Hall FBSB UNY. Penobatan tersebut
menjadi puncak pengakuan atas konsistensi prestasi akademik dan nonakademik
yang diraih Newton selama menempuh pendidikan di madrasah.
Penghargaan diserahkan oleh Kepala Kementerian Agama Kota Yogyakarta H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng, didampingi Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., guru pembimbing Retno Nur Wulandari, S.Pd., serta orang tua Newton, Arif Surya Syah.
Predikat
lulusan terbaik ini tidak diraih secara instan. Newton dikenal sebagai peserta
didik dengan rekam jejak prestasi yang kuat, terutama di bidang geografi. Ia
berhasil meraih Honorable Mention Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2025 bidang
Geografi, ajang prestisius yang diselenggarakan oleh Pusat Prestasi Nasional.
Kompetisi tingkat nasional tersebut berlangsung di Universitas Muhammadiyah
Malang dan mempertemukan pelajar terbaik dari seluruh Indonesia.
Perjalanan
menuju OSN dilalui melalui seleksi berjenjang yang ketat, mulai dari tingkat
sekolah, kota, hingga provinsi. Dalam tahap nasional, Newton menghadapi
berbagai bentuk ujian seperti written response, multimedia test, hingga field
work exam yang menguji kemampuan analisis, pemetaan, dan pemecahan masalah
berbasis geografi.
Tak
berhenti di tingkat nasional, Newton juga menorehkan prestasi di level
internasional. Ia menjadi bagian dari tim MAN 2 Yogyakarta yang meraih medali
perunggu pada OLGENAS International Geolympiad 2026 yang diselenggarakan
Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada. Kompetisi ini menguji kemampuan
peserta didik secara komprehensif melalui tes tertulis, analisis data,
observasi lapangan, hingga perencanaan berbasis peta.
Selain
unggul di bidang sains, Newton juga menunjukkan kemampuan komunikasi yang kuat
dengan meraih Juara 2 Pidato Bahasa Inggris Putra PKM DIY 2024. Capaian ini
memperlihatkan bahwa ia tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, tetapi
juga memiliki kemampuan berpikir kritis dan menyampaikan gagasan secara
efektif.
Prestasi-prestasi
tersebut mengantarkan Newton diterima di Program Studi Pembangunan Wilayah,
Universitas Gadjah Mada melalui jalur SNBP, sebuah jalur seleksi yang menekankan
konsistensi prestasi akademik.
Kepala
MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Newton adalah
representasi nyata profil lulusan madrasah yang unggul.
“Newton
menunjukkan bahwa prestasi adalah hasil dari proses panjang, ketekunan, dan
karakter yang kuat. Ia menjadi bukti bahwa peserta didik madrasah mampu
bersaing dan berprestasi di tingkat nasional hingga internasional,” ujarnya.
Dengan capaian tersebut, penobatan sebagai lulusan terbaik 2026 menjadi simbol keberhasilan sekaligus inspirasi. Newton tidak hanya menutup masa belajarnya dengan prestasi, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan yang lebih luas, membawa semangat ilmu, integritas, dan daya juang yang tinggi. (pusp)
Berikan Komentar