Dari Pesisir hingga Sumbu Filosofi: Periset Muda MAN 2 Yogyakarta Bedah Kearifan Lokal dalam STARLing 2026

YOGYAKARTA – MAN 2 Yogyakarta kembali membuktikan komitmennya sebagai madrasah pencetak generasi literat melalui agenda Presentasi Makalah STARLing (Studi Akademik dan Riset Lingkungan). Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (24/2) ini digelar secara paralel di dua lokasi, yakni Masjid Lantai 2 dan Ruang Broadcasting.

Dibersamai oleh pembimbing Siti Nur Suciowati, S.HI. dan Nurul Zullaeqa, S.Pd., para siswa kelas 11 memaparkan hasil riset mendalam mereka terhadap berbagai objek sejarah, budaya, dan lingkungan di Yogyakarta.

Eksplorasi Multidisiplin: Biota Laut hingga Arsitektur Religi

Presentasi tahun ini mencakup spektrum penelitian yang sangat luas, menunjukkan ketajaman berpikir siswa dalam melihat fenomena di sekitarnya. Beberapa topik unggulan yang dipaparkan antara lain:

  • Ekosistem Pesisir: Eksplorasi biota laut di Pantai Sepanjang sebagai upaya nyata pelestarian ekosistem laut.
  • Identitas Budaya & Religi: Bedah nilai keislaman dan budaya lokal pada arsitektur Masjid Gedhe Kauman sebagai simbol identitas masyarakat Yogyakarta.
  • Edukasi Sejarah: Interpretasi sejarah Sumbu Filosofi di kawasan Titik Nol Kilometer dan revitalisasi Museum Sonobudoyo sebagai media edukasi sejarah Jawa.
  • Ketahanan Pangan Lokal: Analisis kepuasan konsumen terhadap UMKM Tiwul Ayu Gendis Manis dalam mengangkat potensi pangan lokal.

Membangun Karakter: "Lebih Percaya Diri dan Kritis"

Lebih dari sekadar tugas akademik, STARLing menjadi panggung bagi siswa untuk melatih kemampuan public speaking . Dua siswa peserta, Embun dan Fadila Kelas XI G, mengungkapkan kesan mendalam mereka setelah menyelesaikan sesi presentasi.

"Tampil di depan teman-teman dan guru membuat kami jauh lebih percaya diri (PD). Lewat diskusi tadi, kami tidak hanya menyampaikan hasil penelitian, tetapi juga mendapatkan sudut pandang baru tentang objek yang kami bahas. Benar-benar pengalaman yang seru," ungkap mereka.

Output Ilmiah dan Penguatan Karakter

Program STARLing dirancang sebagai jembatan bagi siswa untuk memahami bahwa ilmu pengetahuan tidak hanya ada di bangku kelas, tetapi tersebar di lingkungan sekitar. Dengan meneliti Sumbu Filosofi hingga UMKM lokal, siswa belajar untuk menghargai warisan budaya sekaligus berpikir solutif terhadap isu lingkungan.

Dengan suksesnya agenda presentasi ini, MAN 2 Yogyakarta terus konsisten mencetak lulusan yang memiliki mentalitas periset, berwawasan luas, dan bangga terhadap kekayaan kearifan lokal. (Larissa)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp