Dari Sunyi Lahir Karya, Artmadja MAN 2 Yogyakarta Hidupkan Perjuangan Ki Hadjar Dewantara di TBY

Salah satu adegan dalam pementasan teater Artmadja di Taman Budaya Yogyakarta.

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) Dari sunyi lahir karya. Kalimat tersebut menjadi tagline dalam perjalanan pementasan teater Artmadja MAN 2 Yogyakarta, Sabtu (22/8/2026). Melalui proses panjang, latihan yang konsisten, dan kerja keras tanpa kenal lelah, OSIS Roudhotul Ulum MAN 2 Yogyakarta berhasil menghadirkan sebuah pertunjukan seni teater yang memukau di Militaire Societet Hall, Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Pementasan tersebut mengangkat kisah perjuangan Ki Hadjar Dewantara, sosok penting dalam sejarah pendidikan Indonesia. Kisah perjuangan, gagasan, dan semangat pendidikan yang diwariskan Ki Hadjar Dewantara dihidupkan kembali melalui seni peran para siswa. Panggung menjadi ruang bagi para siswa untuk tidak sekadar tampil, tetapi juga belajar memahami sejarah, menghayati karakter, bekerja dalam tim, sekaligus menyampaikan pesan pendidikan kepada penonton.

Kesuksesan pementasan Artmadja tidak lahir secara instan. Di balik gemerlap panggung dan tepuk tangan penonton, terdapat proses latihan yang berlangsung secara konsisten selama beberapa bulan. Para siswa menjalani berbagai tahapan, mulai dari pendalaman karakter, latihan dialog dan ekspresi, blocking, penguatan artistik, hingga pemantapan seluruh unsur pertunjukan. Peran guru pendamping juga menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Pendampingan, arahan, evaluasi, serta dukungan yang diberikan selama masa persiapan turut mengantarkan Artmadja tampil dengan penuh percaya diri di panggung TBY. “Artmadja merupakan salah satu karya yang dipersiapkan secara luar biasa. Anak-anak berlatih dengan sungguh-sungguh untuk melaksanakan sebuah event besar di luar madrasah, yaitu di Taman Budaya Yogyakarta. Anak-anak juga belajar bagaimana berkolaborasi, mengelola sebuah pertunjukan, dan bertanggung jawab terhadap karya yang mereka hasilkan. Pak Arnes Prabu selaku pelatih teater juga merupakan bagian dari keluarga besar madrasah. Kami berharap event ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi dapat terus berlanjut. Penampilan Artmadja sukses dan berkesan,” ungkap Harun Ikhwantoro, M.Pd, guru pembina Artmadja MAN 2 Yogyakarta.

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kerja keras dan perjuangan para siswa. Menurutnya, keberhasilan Artmadja merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun dengan kedisiplinan, kekompakan, dan semangat untuk memberikan penampilan terbaik. “Anak-anak telah menunjukkan bahwa kerja keras, konsistensi, dan keberanian untuk berkarya dapat menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Kami sangat mengapresiasi perjuangan mereka hingga mampu tampil di Taman Budaya Yogyakarta,” demikian apresiasi Hartiningsih.

Pagelaran Artmadja juga mendapat perhatian dari berbagai pemangku kepentingan pendidikan dan pemerintahan. Hadir menyaksikan pertunjukan tersebut Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, Drs. Raden Suci Rohmadi, M.I.P., serta jajaran Kementerian Agama DIY, di antaranya Bapak Abdu Na’im, S.Ag. selaku Ketua Tim 3 Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY. Turut hadir Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Hj. Elfa Tsuroyya, S.Ag., M.Pd.I., M.Pd., Pengawas Madrasah Kota Yogyakarta Ibu Efi Effrisanti, S.TP., pengurus Komite MAN 2 Yogyakarta, serta Lurah Ngampilan, Ibu Istikhomah, S.E. Kehadiran para tamu tersebut menjadi bentuk dukungan sekaligus apresiasi terhadap kreativitas dan prestasi siswa MAN 2 Yogyakarta di bidang seni.

Artmadja pada akhirnya bukan sekadar sebuah pertunjukan. Ia merupakan perjalanan tentang keberanian untuk bermimpi, kesediaan untuk berproses, dan ketekunan untuk menghasilkan karya. Dari ruang-ruang latihan yang mungkin sunyi, lahir sebuah karya yang kemudian bergema di panggung Taman Budaya Yogyakarta.  “Dari Sunyi Lahir Karya” menjadi lebih dari sekadar tagline. Ia menjadi gambaran perjalanan Artmadja—bahwa karya besar sering kali lahir dari proses panjang yang tidak selalu terlihat, dari latihan yang berulang, kegagalan yang diperbaiki, dan semangat para siswa yang terus menyala hingga tirai panggung akhirnya terbuka. (win)


wa Chat via WhatsApp