Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Aula Kantor Kementerian Agama Kota
Yogyakarta dipenuhi semangat kreativitas saat Generasi Agen Peduli Lingkungan
(Gen A-PeL) MAN 2 Yogyakarta memamerkan beragam karya inovatif hasil
pengelolaan sampah yang bernilai guna dan bernilai ekonomi. Senin (03/08/2026),
pameran tersebut menghadirkan berbagai produk ramah lingkungan, mulai dari
komposter sederhana berbahan galon bekas melalui instalasi MUDAH (Mengompos
Uwuh Dari Rumah), Ecoenzym MANDAYA, sabun berbahan minyak jelantah, sabun
Cling's, kompos organik, hingga karya kolase berbahan daur ulang. Kehadiran
produk-produk tersebut menjadi wujud nyata bahwa kepedulian terhadap lingkungan
dapat diwujudkan melalui langkah sederhana yang dikerjakan secara bersama-sama.
Setiap stan tidak hanya menampilkan hasil karya, tetapi juga menghadirkan
cerita tentang proses belajar, kolaborasi, dan kepedulian yang tumbuh di
kalangan peserta didik. Pengunjung tampak antusias menyaksikan bagaimana limbah
rumah tangga yang sering dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk
yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Melalui penjelasan yang disampaikan
para anggota Gen A-PeL, masyarakat diajak memahami bahwa perubahan besar
terhadap lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan kecil di rumah dan sekolah.
Selain menjadi media edukasi, pameran ini juga membuka peluang ekonomi
melalui penjualan berbagai produk inovasi lingkungan dengan harga yang
terjangkau, berkisar antara Rp10.000 hingga Rp50.000. Nilai tersebut diharapkan
mampu mendorong masyarakat untuk memilih produk ramah lingkungan sekaligus
mendukung gerakan pengurangan sampah berbasis partisipasi warga. Respons
positif dari para pengunjung menunjukkan bahwa inovasi sederhana akan memiliki
dampak besar apabila dikembangkan dengan kreativitas, konsistensi, dan semangat
berbagi manfaat.
Partisipasi Gen A-PeL dalam pameran ini semakin memperkuat komitmen MAN 2
Yogyakarta dalam membangun budaya madrasah yang peduli terhadap kelestarian
lingkungan melalui aksi nyata. Beragam inovasi yang ditampilkan membuktikan
bahwa sampah bukan akhir dari sebuah barang, melainkan awal lahirnya ide-ide
kreatif yang memberi manfaat bagi masyarakat dan alam. Pameran tersebut
sekaligus menjadi inspirasi bahwa generasi muda mampu menjadi pelopor perubahan
dengan menghadirkan solusi hijau yang sederhana, aplikatif, dan berkelanjutan.(cio)
Berikan Komentar