Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Komitmen terhadap budaya literasi di MAN 2 Yogyakarta terus tumbuh dari berbagai kalangan. Tidak hanya Siswa, para Guru pun turut mengambil bagian dengan menjadikan Perpustakaan sebagai ruang untuk menambah wawasan dan memperkaya pengetahuan.
Salah
satunya ditunjukkan oleh Desi Andy Hapsari, S.Pd., M.Pd., Guru Biologi MAN 2
Yogyakarta, melalui kegiatan peminjaman buku “Kindfulness” karya Ajahn Brahm di
Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Kamis (27/08/2026) pukul 09.00 WIB. Peminjaman
buku tersebut dilayani oleh Pustakawan Nuryanti A. Md.
Pilihan
Desi terhadap buku “Kindfulness” menjadi bagian dari aktivitas literasi yang
dilakukan di tengah kesibukannya sebagai pendidik. Membaca tidak hanya menjadi
aktivitas untuk memperoleh informasi, tetapi juga menjadi kesempatan untuk
mendapatkan perspektif baru yang dapat memperkaya kehidupan pribadi maupun
profesional.
“Bagi
saya, membaca bukan hanya untuk menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi cara
untuk terus belajar dan melihat berbagai hal dari sudut pandang yang berbeda.
Saya berharap kebiasaan membaca dapat terus tumbuh di lingkungan MAN 2
Yogyakarta dan menjadi budaya bersama,” ungkap Desi.
Sebagai
Guru, kebiasaan membaca memiliki peran penting dalam membangun keteladanan
literasi bagi peserta didik. Ketika Guru aktif membaca dan memanfaatkan koleksi
Perpustakaan, semangat tersebut dapat menjadi contoh nyata bahwa budaya
literasi merupakan bagian dari proses belajar yang berlangsung sepanjang hayat.
Kehadiran
Desi di Perpustakaan sekaligus memperlihatkan bahwa gerakan literasi di MAN 2
Yogyakarta tidak terbatas pada kegiatan yang melibatkan Siswa. Guru dan Tenaga
kependidikan juga memiliki ruang yang sama untuk membaca, memilih buku, serta
memperluas wawasan melalui berbagai koleksi yang tersedia.
Pustakawan
Nuryanti A. Md. menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, keterlibatan guru
dalam aktivitas perpustakaan menjadi energi positif bagi perkembangan budaya
literasi di lingkungan madrasah.
“Ketika
guru ikut aktif memanfaatkan perpustakaan, anak-anak melihat bahwa membaca
bukan sekadar tugas, tetapi merupakan kebutuhan untuk terus belajar dan
berkembang,” ujar Nuryanti.
Melalui
kegiatan sederhana berupa peminjaman buku, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus
berupaya membangun ekosistem literasi yang melibatkan seluruh warga madrasah.
Semangat membaca diharapkan tidak berhenti pada program atau kegiatan tertentu,
tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang hadir dalam keseharian.
Dengan
demikian, perpustakaan tidak hanya menjadi tempat menyimpan dan meminjam buku,
tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya budaya belajar dan literasi bagi seluruh
keluarga besar MAN 2 Yogyakarta. (nur)
Berikan Komentar