Di Balik Riuh OBA ke-9, Ada Lapak CM Armiftada yang Menyemai Kemandirian

Foto suasana lapak CM Armiftada di moment OBA

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Riuh suara peserta dan semarak kompetisi mewarnai pelaksanaan Olimpiade Bahasa Arab (OBA) ke-9 tingkat Provinsi DIY tahun 2026. Sabtu (29/08/2026), ditengah hiruk-pikuk perlombaan, terselip sebuah lapak sederhana milik CM Armiftada MAN 2 Yogyakarta yang turut mencuri perhatian. Lapak tersebut menjadi ruang bagi para siswa untuk belajar tentang kerja keras, tanggung jawab, dan kemandirian.

Sejak kegiatan berlangsung, siswa CM Armiftada terlihat sibuk menata dagangan, melayani pembeli, hingga menghitung hasil penjualan. Dengan senyum dan sapaan ramah, mereka menawarkan berbagai produk kepada peserta, pendamping, maupun pengunjung yang hadir di lokasi OBA. Kesibukan itu menghadirkan pengalaman nyata bahwa belajar tidak selalu berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga dapat tumbuh dari interaksi sederhana di tengah masyarakat.

Pembina CM Armiftada, Siti Nur Suciowati, SHI., merasa bangga akan kegiatan positif tersebut. ”Kegiatan danus (dana usaha) ini bertujuan bukan hanya memperoleh keuntungan, melainkan bagian dari proses belajar mengelola sebuah usaha kecil. Mereka belajar membagi tugas, mengatur waktu, berkomunikasi dengan pembeli, serta bertanggung jawab terhadap barang dan hasil penjualan. Dari lapak sederhana tersebut, tumbuh keberanian untuk mencoba, ketekunan untuk melayani, dan kesadaran bahwa kemandirian dibangun melalui pengalaman,” jelasnya.

Kehadiran lapak CM Armiftada juga memperlihatkan sisi lain dari semarak OBA ke-9 yang tidak selalu terlihat dari panggung perlombaan. Ketika para peserta berjuang menunjukkan kemampuan terbaik dalam bidang Bahasa Arab, siswa CM Armiftada mengambil peran dengan cara mereka sendiri melalui aktivitas kewirausahaan. Dua bentuk perjuangan itu bertemu dalam satu momentum, sama-sama mengajarkan bahwa prestasi dapat tumbuh dari keberanian mengambil kesempatan dan kemauan untuk terus belajar.

Pada akhirnya, lapak CM Armiftada mungkin hanya sebuah sudut kecil di tengah ramainya OBA ke-9, tetapi pengalaman yang lahir darinya jauh lebih besar daripada sekadar transaksi jual beli. Setiap barang yang terjual menjadi bagian dari cerita tentang siswa yang berani bekerja, belajar, dan berproses bersama. Dari lapak sederhana itulah semangat kemandirian disemai, menjadi bekal berharga bagi mereka untuk melangkah lebih jauh di masa depan.(cio)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp