Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Di balik halaman-halaman sebuah novel, selalu ada cerita yang dapat mengajak pembaca berhenti sejenak, berpikir, dan memaknai perjalanan hidup. Pada Selasa (29/09/2026) pukul 12.30 WIB, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta kembali menjadi ruang berbagi cerita melalui program literasi “Baca, Balik, Cerita”. Kali ini, Dzakirah Talita Zahra, siswa kelas X A, hadir membawa cerita dari novel Bibi Gill karya Tere Liye.
Dzakirah
menceritakan kisah Bibi Gill yang menghadirkan perjalanan hidup seorang
perempuan dengan berbagai pengalaman dan tantangan. Sosok Gill digambarkan
melalui perjalanan yang tidak selalu mudah, tetapi justru dari berbagai
peristiwa tersebut pembaca diajak memahami arti keteguhan, keberanian, dan
pilihan-pilihan dalam kehidupan.
Bagi Dzakirah,
novel tersebut meninggalkan pesan bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai
dengan harapan. Dalam keadaan apa pun, seseorang perlu tetap kuat menghadapi
persoalan, tidak mudah menyerah, serta berusaha mempertahankan kebaikan dalam
dirinya.
Cerita yang
disampaikan Dzakirah menjadi semakin menarik karena Ia tidak hanya
mengungkapkan kembali jalan cerita, tetapi juga membagikan kesan dan pelajaran
yang diperolehnya setelah membaca. Dari sinilah kegiatan membaca berkembang
menjadi aktivitas berbagi yang membuka ruang bagi siswa untuk menyampaikan
pandangan dan pemaknaannya terhadap sebuah buku.
Pustakawan MAN 2
Yogyakarta, Nuryanti A.Md mengapresiasi keikutsertaan Dzakirah dalam kegiatan
tersebut. Menurutnya, keberanian siswa menceritakan kembali buku yang dibaca
merupakan bagian penting dalam menumbuhkan budaya literasi.
“Senang sekali
ketika siswa mampu menemukan pesan dari buku yang dibacanya kemudian berani
membagikannya. Dari cerita Dzakirah, kita bisa melihat bahwa membaca bukan hanya
tentang mengetahui jalan cerita, tetapi juga tentang menemukan nilai yang bisa
dibawa dalam kehidupan,” ungkap Nuryanti.
Melalui program
“Baca, Balik, Cerita”, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus memberikan ruang
kepada siswa untuk membaca, berbagi, dan belajar menyampaikan gagasan. Setiap
buku yang selesai dibaca pun memiliki kesempatan untuk kembali hidup melalui
cerita dari para pembacanya. (nur)
Berikan Komentar