Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Enam peserta didik MAN 2 Yogyakarta
mengikuti ajang kompetisi riset dan inovasi tingkat internasional, The 6th
World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2026, yang
diselenggarakan pada 2–6 November 2026 di Samantha Krida, Universitas
Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Jumat (05/11/2026), keenam peserta didik
tersebut adalah Syahira Afihan Qysya, Qanitah Afifah Khairunnisa, Najua Nur
Ramadhani, Khori Qurrotu An'nafi'ah, dan Reyvano Dwika Mahendra dari kelas XI
A, serta Anung Anindhita Putra dari kelas XI H. Mereka akan berkompetisi dengan
peserta dari berbagai daerah dan negara melalui karya penelitian dan inovasi
yang dikembangkan. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Indonesian Young
Scientist Association (IYSA) bekerja sama dengan Fakultas Teknik Universitas
Brawijaya.
Rangkaian kompetisi luring dimulai dengan upacara pembukaan pada 2 November
2026, dilanjutkan sesi penjurian pada 3 November 2026, dan upacara penghargaan
pada 5 November 2026 dan ditutup dengan agenda excursion pada 6 November 2026.
Seluruh rangkaian utama kompetisi berlangsung di Samantha Krida, Universitas
Brawijaya. Dalam keikutsertaan ini, para siswa didampingi langsung oleh Annisa
Salwa Hafidzah, S.Si. selaku guru pembimbing, Koordinator Riset MAN 2
Yogyakarta, Nuning Setianingsih, S.Si., M.Pd., dan support penuh oleh Waka
Kesiswaan MAN 2 Yogyakarta, Leni, S.Si., M.Pd.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., memberikan dukungan
penuh terhadap partisipasi peserta didik dalam ajang tersebut. Keikutsertaan
dalam kompetisi riset merupakan bagian dari upaya madrasah membangun budaya
ilmiah dan melahirkan generasi muda yang kritis, kreatif, inovatif, serta mampu
memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Ajang ini menjadi wadah bagi
generasi muda untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan penelitian ilmiah,
serta menghasilkan penemuan dan inovasi yang dapat menjadi solusi atas berbagai
permasalahan di masyarakat,” paparnya.
Melalui keikutsertaan dalam WYIIA 2026, MAN 2 Yogyakarta terus menunjukkan
komitmennya dalam mengembangkan potensi riset peserta didik. Madrasah berharap
pengalaman berkompetisi di tingkat internasional ini tidak hanya menghasilkan
prestasi, tetapi juga menumbuhkan karakter peneliti muda yang pantang menyerah,
menjunjung tinggi kejujuran ilmiah, dan berani menghadirkan solusi melalui ilmu
pengetahuan.(nng)
Berikan Komentar