Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Kisah Max Havelaar karya Multatuli membawa pembaca menyelami kehidupan rakyat Indonesia pada masa kolonial yang mengalami penindasan dan ketidakadilan. Di tengah sistem yang merugikan rakyat, muncul sosok Max Havelaar yang berusaha menyuarakan penderitaan mereka, meskipun perjuangannya tidak mudah dan mendapat pengabaian dari pemerintah Belanda.
Kisah penuh
pergulatan tersebut menjadi bahan refleksi dalam kegiatan literasi Baca, Balik,
Cerita di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta. Rabu (30/09/2026) pukul 10.00 WIB,
Fawaza Danish Katana, siswa kelas XII B, membagikan hasil bacaannya melalui review
buku Max Havelaar bersama Pustakawan Nuryanti A. Md.
Dengan penuh
semangat, Fawaza menceritakan isi buku yang menurutnya mampu menghadirkan
beragam perasaan. Ia merasa senang melihat kepedulian Max Havelaar terhadap
nasib rakyat Indonesia yang tertindas. Namun, rasa sedih dan marah juga muncul
ketika perjuangan serta protes Max Havelaar terhadap ketidakadilan justru
diabaikan oleh Pemerintah Belanda.
“Buku ini membuat
saya belajar untuk tidak takut menyuarakan kebenaran. Ketika memperjuangkan
sesuatu yang benar, kita juga harus pantang menyerah meskipun menghadapi
berbagai rintangan,” ungkap Fawaza.
Dari kisah
tersebut, Fawaza menemukan pesan moral tentang keberanian menyampaikan
kebenaran dan keteguhan untuk tidak menyerah ketika menghadapi ketidakadilan.
Nuryanti A. Md
menyampaikan bahwa kisah Max Havelaar menjadi gambaran bahwa sebuah buku dapat
membawa pembaca lebih dekat dengan persoalan kemanusiaan dan sejarah.
“Kisah Max
Havelaar menjadi pengingat bahwa keberanian untuk peduli dan menyuarakan
kebenaran merupakan nilai yang tetap relevan hingga sekarang,” tutur Nuryanti.
Melalui Baca, Balik, Cerita, buku tidak berhenti sebagai bacaan yang tersimpan di rak. Setiap cerita diberi kesempatan untuk kembali hidup melalui suara siswa, pemikiran, dan pengalaman yang mereka bagikan. Dari halaman buku, lahir percakapan; dari percakapan, tumbuh kesadaran. Literasi Baca, Balik, Cerita membaca untuk memahami, bercerita untuk menginspirasi. (nur)
Berikan Komentar