Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Semangat membangun
budaya literasi dan komunikasi global terus digaungkan di MAN 2 Yogyakarta.
Melalui program MYLEX (Mandaya Language Expression), para guru bahasa
dari berbagai bidang studi berkumpul dalam kegiatan Focus Group Discussion
(FGD) Guru Bahasa yang dilaksanakan pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 20.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan langkah-langkah konkret
dalam mengembangkan kemampuan berbahasa guru dan murid sekaligus memperkuat
identitas MAN 2 Yogyakarta sebagai madrasah unggul di bidang bahasa.
FGD tersebut
diikuti oleh guru Bahasa Arab, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, Bahasa Jerman,
Bahasa Indonesia, Bahasa Jawa, serta Tim Broadcasting. Kehadiran para
pendidik dari berbagai rumpun bahasa menunjukkan komitmen bersama dalam
menciptakan ekosistem kebahasaan yang aktif, kreatif, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya,
Kepala MAN 2 Yogyakarta menegaskan pentingnya peningkatan keterampilan
berbahasa bagi seluruh warga madrasah. Menurut beliau, penguasaan bahasa, baik
bahasa Indonesia maupun bahasa asing, merupakan salah satu kompetensi penting
yang harus dimiliki untuk menghadapi tantangan global.
"Peningkatan
keterampilan berbahasa tidak hanya menjadi kebutuhan murid, tetapi juga para
guru sebagai teladan dalam pembelajaran. Melalui program MYLEX, kita berharap
MAN 2 Yogyakarta semakin dikenal sebagai madrasah yang unggul dalam bidang
bahasa dan mampu mencetak generasi yang siap berkompetisi di tingkat nasional
maupun internasional," ungkap beliau.
Diskusi yang
berlangsung hangat dan produktif menghasilkan sejumlah rekomendasi penting.
Salah satu fokus utama adalah pembentukan lingkungan berbahasa asing di
madrasah. Program ini akan diawali oleh murid boarding dan kelas peminatan
bahasa sebagai motor penggerak budaya berbahasa asing dalam aktivitas
sehari-hari.
Selain itu, para
peserta juga menyepakati pentingnya pelatihan bahasa Arab dan bahasa Inggris
bagi guru sebagai upaya meningkatkan kompetensi sekaligus memperkuat peran guru
dalam menciptakan atmosfer pembelajaran yang komunikatif dan inspiratif.
FGD juga menekankan
perlunya memanfaatkan berbagai kegiatan madrasah sebagai sarana praktik
berbahasa. Event seperti Bulan Bahasa dan Class Meeting akan diarahkan
untuk memberikan lebih banyak ruang kepada peserta didik dalam mengembangkan
kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa asing melalui lomba, pertunjukan,
presentasi, maupun kegiatan kreatif lainnya.
Tidak hanya
berfokus pada program internal, para guru juga mendorong peningkatan
partisipasi peserta didik dalam berbagai ajang lomba kebahasaan di tingkat luar
madrasah. Langkah ini diharapkan mampu mengasah kemampuan sekaligus
meningkatkan prestasi dan kepercayaan diri peserta didik dalam berkompetisi.
Salah satu gagasan
menarik yang mengemuka dalam forum tersebut adalah optimalisasi Tim
Broadcasting sebagai laboratorium praktik bagi kelas bahasa. Melalui berbagai
program siaran, peliputan, dan produksi konten, peserta didik dapat
mengembangkan keterampilan public speaking, komunikasi massa, serta
penggunaan bahasa asing secara lebih aplikatif dan kontekstual.
Melalui FGD MYLEX
ini, guru-guru bahasa MAN 2 Yogyakarta menunjukkan keseriusan dalam membangun
budaya bahasa yang kuat dan berkelanjutan. Kolaborasi lintas bahasa yang
terjalin menjadi langkah awal menuju terwujudnya lingkungan madrasah yang
komunikatif, berwawasan global, dan unggul dalam penguasaan bahasa. Dengan
semangat kebersamaan tersebut, MAN 2 Yogyakarta semakin mantap melangkah
menjadi madrasah yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu melahirkan
generasi multibahasa yang siap menghadapi dunia. (Yuni)
Berikan Komentar