Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Guru Bahasa Jepang MAN 2 Yogyakarta, Diah
Wijiastuti, S.S., memperkuat kompetensi dan jejaring internasional dengan
mengikuti Workshop NIHONGO Partners Gelombang 25 sebagai persiapan pelaksanaan
Program NIHONGO Partners di madrasah penerima. Kamis (16/07/2026), workshop
yang diikuti para guru bahasa Jepang (Counterpart/CP) dari Jawa Tengah dan
Daerah Istimewa Yogyakarta ini menjadi langkah awal membangun kolaborasi yang
lebih erat antara guru bahasa Jepang di Indonesia dengan penutur asli Jepang
(NIHONGO Partners) untuk menciptakan pembelajaran yang lebih komunikatif dan
autentik di kelas. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh The Japan Foundation
Jakarta di Room Inc Hotel, Semarang, pada Selasa–Rabu (14–15 Juli 2026).
Selama workshop, peserta memperoleh materi mengenai tujuan program,
strategi kolaborasi pembelajaran, penyusunan rencana kegiatan kelas, serta
integrasi budaya Jepang dalam proses belajar mengajar. Para guru juga
berdiskusi dan berbagi praktik baik untuk menciptakan pembelajaran yang lebih
komunikatif, inovatif, dan berpusat pada peserta didik. Melalui kolaborasi ini,
diharapkan siswa semakin percaya diri menggunakan bahasa Jepang sekaligus
memperoleh pengalaman belajar lintas budaya secara langsung.
Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi
keikutsertaan guru dalam workshop tersebut sebagai bagian dari upaya
meningkatkan mutu layanan pendidikan. ”Kami berharap kehadiran NIHONGO Partners
nantinya dapat memperkaya proses pembelajaran bahasa Jepang melalui interaksi
langsung dengan penutur asli. Program ini sekaligus menjadi wujud penguatan
kerja sama pendidikan dan pertukaran budaya antara Indonesia dan Jepang yang
memberikan manfaat bagi warga madrasah,” paparnya.
Diah Wijiastuti menyampaikan bahwa MAN 2 Yogyakarta untuk pertama kalinya
berkesempatan menjadi madrasah calon penerima NIHONGO Partners. “Saya berterima
kasih kepada The Japan Foundation, Kementerian Agama, dan pihak madrasah atas
dukungan sehingga MAN 2 Yogyakarta dapat sampai pada tahap ini. Kesempatan
tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran
bahasa Jepang di madrasah,” ungkapnya.(diw)
Berikan Komentar