Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Sebanyak 188 santri penghafal Al-Qur’an membuka peluang besar untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa tes dan berpeluang kuliah gratis. Hal ini ditegaskan oleh Tim Humas Universitas PGRI Yogyakarta (UPY) dalam kegiatan gladi bersih Apresiasi Tahfidz santri MAN 2 Yogyakarta, Kamis (08/01/2026). Momentum ini menjadi penegasan bahwa jalur tahfidz kini bukan hanya prestasi spiritual, tetapi juga modal strategis masa depan akademik. Tim Humas UPY menyampaikan bahwa penghafal Al-Qur’an memiliki akses istimewa di UPY.
Banyak Perguruan Tinggi Negeri (PTN)
ternama di Indonesia yang membuka jalur khusus tahfidz maupun prestasi MTQ, di
antaranya UI, UGM, UNAIR, UNPAD, IPB, UNJ, UNDIP, UNS, ITS, UNESA, UPN Veteran
Jakarta, serta UIN (Syarif Hidayatullah, Sunan Gunung Djati, Walisongo, Sunan
Kalijaga, Sunan Ampel), dan UNHAS.
Melalui
jalur ini, calon mahasiswa dapat diterima dengan syarat hafalan bervariasi,
mulai dari 2 hingga 30 juz, tergantung kebijakan kampus dan program studi.
Tidak sedikit pula yang memberikan beasiswa penuh hingga potongan biaya kuliah
signifikan, termasuk jalur khusus prestasi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Fenomena
ini menegaskan bahwa memilih madrasah sebagai tempat belajar merupakan langkah
visioner bagi orang tua yang menginginkan putra-putrinya sukses di dunia
sekaligus selamat di akhirat. Program tahfidz tidak lagi dipandang sebagai
jalur alternatif, melainkan jalur unggulan yang membentuk karakter, disiplin,
kecerdasan spiritual, sekaligus membuka pintu prestasi akademik nasional.
Pada
kesempatan tersebut, UPY juga menyosialisasikan tiga program unggulan
Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB), yakni Program Reguler, Program Prestasi, dan
Program Mandiri, yang seluruhnya dirancang inklusif dan adaptif bagi lulusan
SMA/SMK/MA, termasuk dari madrasah.
Jalur
Minat (tanpa tes) pada Program Reguler dibuka mulai 1 November 2025 hingga 31
Januari 2026, dengan persyaratan utama nilai rapor kelas XII semester 1, surat
keterangan tidak buta warna, serta pendaftaran online melalui pmb.upy.ac.id.
Jalur ini memberikan kemudahan akses masuk perguruan tinggi tanpa ujian
tertulis.
Sementara
itu, Jalur Prestasi (tanpa tes) ditujukan bagi siswa kelas XII yang memiliki
prestasi akademik maupun non-akademik, minimal juara tingkat kecamatan hingga
nasional. Jalur ini dibuka mulai 1 Februari hingga 31 Agustus 2026, dengan
mekanisme seleksi berbasis portofolio dan sertifikat kejuaraan.
Adapun
Jalur Mandiri tetap dibuka bagi calon mahasiswa umum melalui Computer Based
Test (CBT), dengan beberapa gelombang pendaftaran hingga Oktober 2026. Jalur
ini memastikan seluruh lulusan memiliki kesempatan yang adil untuk mengakses
pendidikan tinggi sesuai potensi dan pilihannya.
Tak
hanya itu, UPY juga menawarkan Program Pascasarjana (S2), Program RPL/Karyawan,
serta Program Internasional/Global/Bilingual yang memungkinkan mahasiswa
memperoleh pengalaman belajar lintas negara seperti China, Thailand, Singapura,
dan Malaysia, bahkan sejak semester awal.
Dengan
berbagai jalur dan kemudahan tersebut, UPY menegaskan komitmennya sebagai
perguruan tinggi yang inklusif, religius, dan berorientasi masa depan, sejalan
dengan semangat madrasah dalam mencetak generasi Qur’ani yang unggul, berdaya
saing, dan berakhlak mulia.
Bagi
para penghafal Al-Qur’an, salah satu program unggulan MAN 2 Yogyakarta di bawah kepemimpinan Hartiningsih, S.Pd, M.Pd didampingi Isti Wahyuni, SE, MM, dengan guru pembimbing guru agama Islam, peluang ini bukan sekadar hadiah, melainkan pengakuan
atas kesungguhan menjaga Kalam Ilahi, yang kini berbuah nyata dalam bentuk
akses pendidikan tinggi berkualitas. Madrasah pun kembali meneguhkan perannya
sebagai kawah candradimuka lahirnya generasi pemimpin masa depan yang
menyeimbangkan iman, ilmu, dan amal. (pusp)
Berikan Komentar