Guru BK Jadi Sahabat Murid: Ruang Curhat di MAN 2 Yogyakarta Bantu Atasi Masalah Remaja

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - MAN 2 Yogyakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam mendampingi perkembangan peserta didik melalui peran aktif guru Bimbingan dan Konseling (BK). Tidak hanya berfokus pada persoalan akademik, guru BK di madrasah ini hadir sebagai sahabat sekaligus pendengar setia bagi siswa yang ingin berbagi cerita dan permasalahan pribadi.

Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di MAN 2 Yogyakarta semakin menunjukkan perannya sebagai ruang aman bagi siswa untuk berbagi cerita dan menemukan solusi atas berbagai persoalan remaja. Melalui program konseling yang humanis dan terbuka, banyak siswa mengaku lebih percaya diri dan mampu menghadapi tantangan akademik maupun sosial.

Di tengah dinamika kehidupan remaja yang penuh tantangan, mulai dari tekanan akademik, pergaulan, hingga persoalan keluarga, ruang BK menjadi tempat yang aman dan nyaman untuk mencurahkan isi hati. Dengan pendekatan humanis dan penuh empati, guru BK membuka layanan konseling secara terbuka maupun terjadwal.

Salah satu guru BK MAN 2 Yogyakarta Ririn Indrayani, S.Psi. menyampaikan bahwa mendengarkan adalah langkah awal yang sangat penting dalam membantu siswa. “Seringkali siswa hanya butuh didengar tanpa dihakimi. Dari situ, kami bisa membantu mereka menemukan solusi terbaik,” ujarnya.

Selain itu pendekatan yang digunakan tidak lagi sebatas pada penanganan pelanggaran tata tertib, melainkan lebih menekankan pada pendampingan psikologis dan pengembangan potensi diri siswa. “Kami ingin siswa merasa nyaman untuk bercerita. Dari curhat sederhana, sering kali muncul solusi besar,” ujarnya.

Siswa dapat menjadwalkan sesi konseling secara langsung maupun melalui layanan daring internal sekolah. Dalam sesi tersebut, konselor membantu siswa mengidentifikasi permasalahan, menggali potensi diri, serta menyusun langkah konkret untuk meningkatkan kepercayaan diri.  

Layanan konseling dilakukan secara personal untuk menjaga kerahasiaan dan kenyamanan siswa. Dalam sesi curhat, guru BK memberikan penguatan mental, motivasi, serta arahan agar siswa mampu mengambil keputusan yang bijak. Tidak jarang, siswa yang awalnya pendiam dan tertutup menjadi lebih percaya diri setelah mendapatkan pendampingan.

Beberapa siswa mengaku merasa lebih lega dan tenang setelah berbicara dengan guru BK. Mereka merasa memiliki tempat untuk berbagi tanpa takut disalahkan. Hal ini berdampak positif pada semangat belajar dan hubungan sosial di sekolah.

Peran guru BK  dinilai strategis dalam membentuk karakter dan kesehatan mental siswa. Keberadaan guru BK bukan hanya sebagai penegak tata tertib, tetapi sebagai pembimbing yang membantu siswa tumbuh secara emosional dan sosial.

Pendekatan yang hangat dan profesional, guru BK di MAN 2 Yogyakarta terus berupaya menciptakan lingkungan sekolah yang ramah anak dan mendukung kesejahteraan psikologis peserta didik. Ruang BK pun menjadi simbol bahwa setiap siswa berhak didengar, dipahami, dan dibimbing.

Dengan suasana ruang konseling yang ramah dan pendekatan yang empatik, layanan BK di MAN 2 Yogyakarta diharapkan mampu menjadi jembatan bagi siswa untuk mengenali potensi diri, mengatasi masalah, serta tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan tangguh menghadapi masa depan. (Nusriyah)

 


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp