Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Kegiatan literasi menjadi salah satu sarana untuk memperkaya wawasan sekaligus menumbuhkan kepekaan sosial. Melalui membaca dan menceritakan kembali isi buku, Pemustaka dapat memahami berbagai sudut pandang kehidupan serta mengambil nilai-nilai positif yang terkandung di dalamnya.
Pada
Senin (08/06/2026) pukul 15.15 WIB, Siti Nur Suciowati S.H.I, Guru Fikih MAN 2
Yogyakarta, mengikuti kegiatan literasi Baca Balik Cerita di Perpustakaan MAN 2
Yogyakarta bersama Pustakawan. Dalam kesempatan tersebut, beliau mereview buku “Bu,
Tidak Ada Teman Menangis Malam Ini” karya Boy Candra.
Dalam
ulasannya, Siti Nur Suciowati menyampaikan bahwa buku tersebut berisi kumpulan
tulisan yang mengangkat berbagai persoalan kehidupan, mulai dari perasaan
kehilangan, harapan, perjuangan, hingga proses menerima kenyataan. Dengan
penyampaian yang tenang dan penuh penghayatan, Suci menjelaskan bahwa setiap
manusia memiliki cerita dan luka yang berbeda, namun selalu ada kesempatan
untuk bangkit dan melanjutkan kehidupan dengan lebih baik.
Menurutnya,
buku “Bu, Tidak Ada Teman Menangis Malam
Ini” mengajarkan pentingnya empati, ketulusan, dan keberanian menghadapi
berbagai persoalan hidup. Pesan-pesan yang disampaikan penulis dikemas dengan
bahasa yang sederhana sehingga mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman
banyak pembaca.
Pustakawan
MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A,Md, mengapresiasi dengan positif Siti Nur
Suciowati S.H.I dalam kegiatan literasi tersebut. Ia menilai bahwa kemampuan menceritakan
kembali isi buku secara runtut bisa menumbuhkan minat baca sekaligus memperluas
pemahaman pembaca terhadap nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam sebuah
karya.
"Melalui
kegiatan Baca Balik Cerita, Pemustaka tidak hanya membaca buku, tetapi juga menyampaikan
gagasan dan hikmah yang diperoleh dari bacaan. Hal ini menjadi bagian penting
dalam membangun budaya literasi yang aktif di madrasah," ungkap Nuryanti.
Kegiatan
ini menjadi salah satu bentuk implementasi program literasi Perpustakaan MAN 2
Yogyakarta yang mendorong warga madrasah untuk gemar membaca, berpikir
reflektif, dan berbagi inspirasi melalui buku. Dengan demikian, literasi tidak
hanya menjadi aktivitas membaca, tetapi juga sarana untuk menumbuhkan karakter,
empati, dan kecakapan berkomunikasi di lingkungan madrasah. (nur)
Berikan Komentar