Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta), 10 Juni 2026 – Dalam upaya meningkatkan kompetensi profesional guru serta memperkuat pembelajaran sains berbasis praktikum, dua guru kimia MAN 2 Yogyakarta, Supri Madyo Purwanto, S.Pd. dan Nuning Setianingsih, S.Si., M.Pd., mengikuti kegiatan “Penguatan Kapasitas Guru SMA melalui Pelatihan Wet Laboratory untuk Pembelajaran Sains Berbasis Praktikum” yang diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada pada Rabu, 10 Juni 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium APSLC Lantai 8 Fakultas Farmasi UGM.
Pelatihan yang merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat Fakultas Farmasi UGM ini ditujukan bagi guru mata pelajaran kimia dan biologi SMA di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Kegiatan bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam mengembangkan pembelajaran sains yang lebih kontekstual, inovatif, dan berbasis praktik laboratorium.
Acara diawali dengan registrasi peserta dan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal peserta terkait materi yang akan diberikan. Setelah sesi pembukaan dan sambutan dari jajaran Fakultas Farmasi UGM, peserta mengikuti praktik laboratorium secara langsung dengan pendampingan dosen dan tenaga laboratorium.
Pada sesi praktikum, peserta guru kimia mendapatkan pengalaman melakukan sintesis atau pembuatan asetaldehida sebagai salah satu contoh penerapan reaksi kimia organik di laboratorium. Selain itu, peserta juga melakukan praktikum Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk mempelajari teknik pemisahan dan identifikasi senyawa kimia yang banyak digunakan dalam penelitian maupun industri farmasi. Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperdalam keterampilan laboratorium sekaligus memahami penerapan konsep kimia secara nyata.
Supri Madyo Purwanto, S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam memperkaya wawasan praktikum kimia yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di madrasah. Melalui pelatihan ini, guru memperoleh kesempatan untuk mengenal teknik laboratorium yang lebih modern serta prosedur praktikum yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Senada dengan hal tersebut, Nuning Setianingsih, S.Si., M.Pd. menuturkan bahwa kegiatan ini menjadi sarana yang sangat baik untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengelola pembelajaran berbasis eksperimen. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diimplementasikan dalam kegiatan praktikum di laboratorium MAN 2 Yogyakarta sehingga peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna.
Partisipasi guru MAN 2 Yogyakarta dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen madrasah untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran sains melalui penguatan kompetensi pendidik. Dengan adanya pelatihan wet laboratory ini, diharapkan pembelajaran kimia di MAN 2 Yogyakarta semakin inovatif, aplikatif, dan mampu menumbuhkan budaya ilmiah di kalangan peserta didik.
Kegiatan ditutup setelah seluruh peserta menyelesaikan sesi praktik, post tes dan refleksi hasil pelatihan. (Nuning Setianingsih)
Berikan Komentar