Guru MAN 2 Yogyakarta Tetap Produktif Selama WFH Pasca Ujian Akhir Madrasah

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Pasca pelaksanaan Ujian Akhir Sekolah, aktivitas para guru dan tenaga kependidikan di sekolah tetap berjalan produktif. Mulai tanggal 16 Maret 2026, pihak sekolah menerapkan sistem kerja yang dibagi menjadi dua skema, yaitu Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO) sesuai jadwal yang telah diatur oleh manajemen sekolah. Pengaturan ini dilakukan agar berbagai tugas akademik dan administrasi tetap dapat berjalan secara optimal.

Kebijakan tersebut disambut dengan penuh semangat oleh para guru dan tenaga kependidikan. Meskipun sebagian pekerjaan dilakukan dari rumah, para guru tetap menjalankan tanggung jawab profesionalnya. Salah satu kegiatan utama yang dilakukan adalah mengoreksi hasil Ujian Akhir Sekolah, melakukan entri nilai ulangan harian, nilai tugas, serta mengolah berbagai komponen penilaian lainnya yang telah diperoleh siswa selama proses pembelajaran berlangsung.

Seluruh data tersebut kemudian dihimpun dan diolah secara sistematis untuk memperoleh nilai akhir yang nantinya akan tercantum dalam rapor siswa. Proses ini memerlukan ketelitian dan tanggung jawab yang tinggi, karena nilai yang tercantum dalam rapor pada dasarnya merupakan gambaran capaian kompetensi yang telah diraih oleh siswa setelah melalui berbagai proses pembelajaran.

Namun demikian, pihak sekolah memandang bahwa nilai dalam rapor bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan belajar. Lebih dari sekadar angka, penilaian pendidikan pada hakikatnya juga menjadi sarana untuk melihat kesiapan siswa dalam melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Nilai rapor memberikan gambaran tentang penguasaan materi, tetapi masih banyak potensi dan kemampuan siswa yang tidak sepenuhnya dapat diukur hanya melalui angka.

Kemampuan berpikir kritis, kemandirian belajar, tanggung jawab, kejujuran, serta sikap disiplin merupakan bagian dari nilai-nilai karakter yang juga terus ditumbuhkan selama proses pendidikan berlangsung. Nilai-nilai inilah yang nantinya akan menjadi bekal penting bagi para siswa, baik ketika melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi maupun ketika kelak berperan di tengah masyarakat.

Dengan demikian, proses pengolahan nilai yang dilakukan para guru selama masa WFH tidak hanya sekadar menyelesaikan administrasi akademik, tetapi juga menjadi bagian dari upaya reflektif untuk melihat perkembangan belajar siswa secara lebih utuh. Melalui kerja yang teliti dan penuh dedikasi ini, sekolah berharap setiap hasil belajar yang tertuang dalam rapor dapat menjadi pijakan bagi siswa untuk terus berkembang, meningkatkan kapasitas diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Meski sebagian aktivitas dilakukan dari rumah, komitmen para guru untuk memberikan layanan pendidikan yang berkualitas tetap terjaga. Semangat profesionalisme ini menjadi bukti bahwa proses pendidikan tidak berhenti hanya karena perubahan tempat kerja, melainkan terus berjalan demi mendukung perkembangan dan masa depan para peserta didik. (Khusnul D


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp