Hasna Temukan Makna Memaafkan dalam Novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah dalam Kegiatan Literasi Baca Balik Cerita di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta

Review Buku bersama Siswa, Pustakawan dan Mahasiswa PK UNY

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta kembali menggelar kegiatan Literasi Baca Balik Cerita melalui kegiatan review buku bersama pada Senin (10/08/2026) pukul 12.30 WIB. Kegiatan berlangsung di Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta dengan melibatkan siswa, Pustakawan, dan Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) UNY.

Kali ini, Hasna Nuril Azizah, siswa kelas XB, membagikan pengalaman membacanya melalui review novel Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah karya Tere Liye. Kegiatan tersebut didampingi Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, A.Md., serta dua mahasiswa PK UNY, yaitu Dwita Cezarianti dari Pendidikan Sosiologi dan Nasywa Fairuz Kamalia dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

Dalam ceritanya, Hasna mengungkapkan bahwa novel tersebut berkisah tentang perjalanan Borno dalam menemukan cinta, menghadapi berbagai persoalan kehidupan, serta hubungan emosionalnya dengan Mei. Berbagai peristiwa yang dialami tokoh-tokohnya membuat Hasna tidak hanya menikmati jalan cerita, tetapi juga merenungkan makna memaafkan dan berdamai dengan masa lalu.

“Bagian yang paling membuat saya terharu adalah ketika Borno dan Mei saling memaafkan,” ungkap Hasna.

Menurut Hasna, pengalaman membaca novel tersebut memberikan pelajaran bahwa seseorang perlu berani membuka lembaran baru dalam hidup. Masa lalu memang menjadi bagian dari perjalanan, tetapi tidak seharusnya terus menjadi beban yang menghalangi seseorang untuk melangkah.

“Pelajaran yang bisa dipetik adalah kita harus membuka lembaran baru dan melupakan masa lalu,” tutur Hasna.

Pustakawan MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti, A.Md., mengapresiasi keberanian Hasna dalam menyampaikan hasil bacaannya. Menurutnya, kegiatan review buku tidak sekadar mengajak siswa membaca, tetapi juga melatih mereka untuk memahami isi bacaan, menemukan nilai kehidupan, dan berani menyampaikan pendapat.

“Melalui Literasi Baca Balik Cerita, kami ingin siswa tidak berhenti pada kegiatan membaca. Setelah membaca, mereka diajak untuk bercerita, mengambil pelajaran, dan menghubungkan isi buku dengan kehidupan,” jelas Nuryanti.

Sementara itu, Dwita Cezarianti, mahasiswa PK UNY dari Pendidikan Sosiologi, menilai kegiatan tersebut memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis sekaligus memahami nilai-nilai sosial yang terdapat dalam karya sastra. Menurut Dwita, kisah Borno dan Mei dapat menjadi bahan refleksi bahwa manusia dalam menjalani kehidupan akan berhadapan dengan konflik, pilihan, kesalahan, dan proses untuk saling memahami serta memaafkan.

Senada dengan Dwita, Nasywa Fairuz Kamalia dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan review buku dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan berbicara dan menyampaikan gagasan berdasarkan bacaan.

“Kegiatan seperti ini menarik karena siswa tidak hanya membaca, tetapi juga belajar mengungkapkan kembali isi buku dengan bahasa mereka sendiri. Dari sana, mereka bisa menemukan pesan dan nilai yang bermakna,” ujar Nasywa.

Kegiatan Literasi Baca Balik Cerita menjadi salah satu upaya Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta untuk membangun budaya literasi yang aktif dan menyenangkan. Melalui kegiatan membaca, mengembalikan buku, kemudian menceritakan kembali pengalaman membaca, siswa diajak menjadikan buku sebagai sumber pengetahuan sekaligus ruang untuk menemukan makna kehidupan. (nur)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp