HKAN 2026: MAN 2 Yogyakarta Gerakkan SAJI SAPO, Satu Jiwa Satu Pohon untuk Merawat Alam Indonesia

Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026 diiringi dengan aksi nyata MAN 2 Yogyakarta dengan gerakan SAJI SAPO (Satu Jiwa Satu Pohon).

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2026, MAN 2 Yogyakarta turut mengambil bagian dalam gerakan SAJI SAPO (Satu Jiwa Satu Pohon) pada Senin (10/8/2026). Mengusung tema “Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia”, kegiatan ini menjadi momentum bagi keluarga besar madrasah untuk memperkuat kesadaran dan kepedulian terhadap kelestarian alam.

Puncak peringatan HKAN 2026 secara nasional dipusatkan di Taman Wisata Alam Angke Kapuk, Jakarta Utara, dengan fokus utama pada aksi nyata pemulihan ekosistem. Semangat yang sama diwujudkan MAN 2 Yogyakarta melalui gerakan SAJI SAPO sebagai bagian dari program konservasi madrasah. Kegiatan ini tidak sekadar berorientasi pada penambahan vegetasi, tetapi juga menjadi sarana untuk membangun kesadaran bahwa setiap individu dapat mengambil peran dalam menjaga keseimbangan alam, keanekaragaman hayati, serta keberlanjutan sumber daya air dan energi.

Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kondisi alam perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, isu kelaparan yang masih terjadi di berbagai belahan dunia akan menjadi sesuatu yang ironis apabila sampai terjadi di Indonesia yang dikenal sebagai negara tropis dengan tanah yang subur dan kekayaan alam yang melimpah. “Kegiatan hari ini tidak sekadar menanam pohon, tetapi membuka kesadaran bahwa pelestarian alam dimulai dari diri kita. Air semakin sulit, hujan semakin jarang, dan kekeringan terjadi di berbagai tempat, bahkan di wilayah yang dekat dengan kita. Jika hal itu terjadi di sekitar kita, bagaimana?” tuturnya. Rasa syukur tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui tindakan nyata, salah satunya dengan menanam dan merawat pohon. “Kita bersyukur MAN 2 Yogyakarta belum mengalami kondisi tersebut. Bentuk rasa syukur kita adalah menjaga alam. Dengan menanam pohon, kita berkontribusi pada pelestarian alam yang berdampak pada konservasi air dan energi,” ungkapnya.

Gerakan SAJI SAPO menjadi bagian dari langkah MAN 2 Yogyakarta dalam membangun budaya konservasi di lingkungan madrasah. Setiap pohon yang ditanam diharapkan tidak hanya tumbuh sebagai bagian dari penghijauan, tetapi juga menjadi simbol komitmen setiap warga madrasah untuk ikut menjaga bumi. Semangat tersebut sejalan dengan nilai “Dari Mandaya untuk Bumi dan Dunia” serta tagline “Mandaya Berdaya”, bahwa madrasah dapat memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan dan keberlanjutan kehidupan. Satu jiwa, satu pohon, satu langkah nyata untuk bumi—karena merawat alam adalah tanggung jawab kita bersama. (win)

 


wa Chat via WhatsApp