Implementasi Ekoteologi dan Panca Cinta, MAN 2 Yogyakarta Konsisten Kelola Limbah Laboratorium secara Bertanggung Jawab

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Di balik aktivitas praktikum yang berlangsung setiap hari di laboratorium sekolah, tersimpan tanggung jawab besar terhadap kelestarian lingkungan. Kesadaran inilah yang terus dijaga MAN 2 Yogyakarta melalui pengelolaan limbah laboratorium secara bertanggung jawab sebagai implementasi nyata nilai ekoteologi dan Panca Cinta di lingkungan madrasah.

Tingginya aktivitas praktikum di Laboratorium IPA Terpadu MAN 2 Yogyakarta menghasilkan limbah cair yang termasuk kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Limbah tersebut mengandung zat kimia, logam berat, dan padatan terlarut yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak ditangani secara tepat.

Berangkat dari kepedulian terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar, MAN 2 Yogyakarta terus membangun budaya pengelolaan limbah yang aman dan berkelanjutan. Bahkan sebelum memiliki kerja sama dengan lembaga pengolah limbah, laboratorium IPA MAN 2 Yogyakarta telah melakukan pengolahan limbah sederhana melalui proses pengenceran dan filtrasi.

Limbah cair hasil praktikum terlebih dahulu ditampung pada wadah khusus berdasarkan jenisnya untuk mengendapkan zat padat terlarut. Selanjutnya dilakukan proses pengenceran menggunakan air guna mengurangi tingkat kepekatan larutan. Tahap akhir dilakukan filtrasi menggunakan media sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar seperti kapas, kerikil, batu kecil, ijuk aren, dan pasir silika. Setelah melalui proses tersebut, hasil filtrasi diperiksa kembali tingkat pH-nya sebelum dibuang agar tetap aman bagi lingkungan.

Komitmen tersebut semakin diperkuat melalui kerja sama pengelolaan limbah B3 dengan PT Rifa Utama Mandiri sejak Juli 2023. Kerja sama ini menjadi langkah konkret madrasah dalam memastikan limbah laboratorium ditangani secara profesional dan sesuai standar lingkungan.

Demikian halnya pada Jumat (22/05/2026), MAN 2 Yogyakarta kembali melaksanakan penyerahan limbah laboratorium kepada PT Rifa Utama Mandiri sebagai bagian dari pengelolaan limbah berkala yang dilakukan setiap awal bulan. Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata konsistensi madrasah dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui tata kelola limbah yang bertanggung jawab.

Pranata Laboratorium IPA MAN 2 Yogyakarta, Sri Purwati, S.Pd.Si., M.Pd., menjadi salah satu pelaksana utama dalam proses pengelolaan limbah tersebut. Menurutnya, pengelolaan limbah bukan sekadar prosedur teknis laboratorium, tetapi juga bagian dari edukasi kepedulian lingkungan yang harus dibangun secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Laboratorium IPA MAN 2 Yogyakarta sekaligus koordinator riset, Nuning Setiyaningsih, S.Si., M.Pd., menegaskan bahwa pengelolaan limbah merupakan bagian penting dari implementasi ekoteologi di madrasah.

“Kami sangat menyadari potensi dampak limbah laboratorium terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap dapat meminimalkan pencemaran lingkungan sekaligus memberikan contoh pengelolaan limbah yang baik bagi sekolah lain,” ujarnya.

Nilai ekoteologi yang dikembangkan MAN 2 Yogyakarta menempatkan kepedulian terhadap alam sebagai bagian dari tanggung jawab spiritual manusia kepada Sang Pencipta. Semangat tersebut selaras dengan budaya Panca Cinta yang menjadi ruh pendidikan di MAN 2 Yogyakarta, yakni cinta kepada Allah Swt., cinta kepada Rasulullah saw., cinta kepada orang tua dan guru, cinta kepada sesama, serta cinta kepada lingkungan dan bangsa.

Melalui pengelolaan limbah yang terstruktur, jumlah limbah yang dihasilkan juga berhasil ditekan secara signifikan. Setiap bulan, MAN 2 Yogyakarta turut menerima piagam penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pemusnahan limbah B3 secara bertanggung jawab.

Langkah yang dilakukan MAN 2 Yogyakarta menunjukkan bahwa lembaga pendidikan tidak hanya berperan mencetak generasi berprestasi, tetapi juga menghadirkan teladan dalam menjaga bumi dan lingkungan kehidupan. Dari laboratorium madrasah, tumbuh pesan penting bahwa ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap alam demi masa depan yang lebih berkelanjutan. (pusp)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp