Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Kebaikan yang tulus tidak selalu berakhir sesuai harapan. Ada pertolongan yang diberikan tanpa pamrih, ada perasaan yang tumbuh dalam diam, dan ada kenyataan yang mengajarkan seseorang untuk memahami batas serta menghargai kebaikan orang lain. Nilai-nilai tersebut mengemuka dalam review novel Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin karya Tere Liye oleh Guru Sejarah Kebudayaan Islam MAN 2 Yogyakarta, Indra Ristanta S.Hum. di Perpustakaan, Senin (12/10/2026), pukul 08.30 WIB.
Bersama Pustakawan
MAN 2 Yogyakarta, Nuryanti A. Md., Indra menceritakan isi novel dengan penuh
semangat. Kisahnya berpusat pada seseorang yang dengan tulus menolong orang
lain, membiayai pendidikannya sejak SMP hingga menempuh kuliah di luar negeri
dan menyelesaikan studinya. Di tengah perjalanan tersebut, tumbuh perasaan
cinta dari sosok yang menerima pertolongan. Namun, perasaan itu sulit
diungkapkan karena Ia menyadari posisi dirinya dan hubungan yang telah terjalin
dengan orang yang menolongnya. Kisah ini menghadirkan pergulatan antara rasa
terima kasih, cinta, harapan, dan kenyataan yang tidak selalu berjalan searah.
Dengan antusias,
Indra mengungkapkan bahwa cerita tersebut mengandung pelajaran penting tentang
cara menghargai kebaikan orang lain.
“Kalau kita sudah
ditolong, kita harus tahu diri dan menghargai orang yang telah membantu kita.
Jangan sampai kebaikan yang diberikan justru kita balas dengan mengecewakan
atau menyia-nyiakan kepercayaan,” ungkap Indra.
Pustakawan MAN 2
Yogyakarta, Nuryanti A. Md., mengapresiasi semangat Indra dalam menyampaikan review.
Menurutnya, novel ini membuka ruang refleksi tentang keikhlasan dalam menolong,
rasa terima kasih, serta kedewasaan dalam menyikapi perasaan dan hubungan
antarmanusia.
Melalui kegiatan
Baca Balik Cerita (Calita), Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta menghadirkan ruang
bagi Guru, Tenaga Kependidikan, dan Siswa untuk berbagi pengalaman membaca
serta menyampaikan nilai-nilai yang mereka temukan dalam buku. Setiap ulasan menjadi
kesempatan untuk belajar melihat kehidupan dari sudut pandang yang berbeda.
Novel Daun yang
Jatuh Tak Pernah Membenci Angin pun menjadi pengingat bahwa hubungan
antarmanusia tidak hanya berbicara tentang apa yang kita terima, tetapi juga
bagaimana kita menghargai, menjaga kepercayaan, dan menyikapi perasaan dengan
bijaksana. (nur)