Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Penguatan kompetensi bahasa asing menjadi salah satu pilar strategis MAN 2 Yogyakarta dalam menyiapkan generasi berdaya saing global. Melalui International Language, madrasah ini secara konsisten menghadirkan pembelajaran bahasa asing yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga membuka jalan nyata menuju studi lanjut dan kiprah internasional. Salah satu program unggulannya adalah peminatan Bahasa Jepang, selain Bahasa Jerman, Inggris dan Arab, yang telah melahirkan alumni-alumni berprestasi dan sukses melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Peminatan
Bahasa Jepang di MAN 2 Yogyakarta dirancang sebagai ruang pembelajaran
komprehensif yang mengintegrasikan aspek linguistik, budaya, karakter, dan visi
masa depan. Pembelajaran tidak berhenti pada penguasaan tata bahasa dan
kosakata, tetapi diarahkan untuk membangun keberanian berkomunikasi, pemahaman
lintas budaya, serta kesiapan siswa menghadapi peluang global. Jejak alumni
yang berhasil menembus perguruan tinggi dan program pendidikan di luar negeri
menjadi bukti konkret bahwa Bahasa Jepang bukan sekadar mata pelajaran,
melainkan jembatan mimpi.
Komitmen
tersebut tercermin dalam kegiatan observasi pembelajaran di kelas XII yang
dilaksanakan oleh guru Bahasa Jepang sekaligus Kepala Laboratorium Bahasa MAN 2
Yogyakarta, Diah Wijiastuti, S.S., bersama Orm Toerma Oudhuis. Kegiatan ini
juga melibatkan Muhamad Rizky Hidayatullah, mahasiswa Pendidikan Bahasa Jepang
yang tengah menjalani program magang. Observasi ini menjadi ruang kolaboratif
lintas budaya dan lintas generasi, sekaligus penguatan kualitas pembelajaran di
kelas.
Pada
kesempatan tersebut, pembelajaran difokuskan pada review materi perkenalan diri
(Jikou Shoukai), sebagai fondasi penting dalam komunikasi Bahasa Jepang. Namun,
materi tidak disajikan secara sederhana. Siswa diajak untuk mengembangkan
perkenalan diri secara lebih mendalam, tidak hanya menyebutkan nama dan tingkat
kelas, tetapi juga mengungkapkan hal-hal yang disukai, kegemaran, hingga
cita-cita dan rencana masa depan.
Tujuan
pembelajaran ini diarahkan agar siswa mampu memperkenalkan diri secara utuh,
reflektif, dan bermakna. Lebih dari sekadar kemampuan berbahasa, siswa diajak
menyadari bahwa menyebutkan cita-cita adalah bentuk komitmen awal untuk
berusaha lebih giat dalam mewujudkannya. Bahasa menjadi medium untuk menanamkan
motivasi, karakter pantang menyerah, dan orientasi masa depan.
Menariknya,
kegiatan ini juga menghadirkan dinamika internasional yang autentik. Salah satu
mahasiswa Orm Toerma Oudhuis, yang merupakan keturunan Belanda, justru
menunjukkan ketertarikan mendalam terhadap Bahasa Jepang. Kehadirannya
memberikan perspektif bahwa Bahasa Jepang memiliki daya tarik global dan
dipelajari lintas bangsa, sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa bahwa belajar
bahasa asing adalah pintu menuju dunia yang lebih luas.
Melalui
International Language dan peminatan
Bahasa Jepang terintegrasi yang juga muatan penguatan ketrampilan, MAN 2
Yogyakarta terus meneguhkan diri sebagai madrasah multi-tipologi yang adaptif
terhadap perkembangan zaman. Bahasa tidak hanya diajarkan sebagai keterampilan,
tetapi ditanamkan sebagai bekal peradaban, menghubungkan lokalitas dengan
globalitas, serta mimpi siswa dengan peluang dunia. (pusp)
Berikan Komentar