Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Suasana kebersamaan terasa sejak
lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan Muhammad Akmal Al Farizi, siswa
kelas XII A, membuka rangkaian acara dengan khidmat. Jumat (30/10/2026), perasaan
dan harapan seluruh siswa kemudian terwakili melalui sambutan Maitsa 'Aqila
Ma'ruf dari kelas XII B yang menyampaikan pesan tentang perjuangan,
kebersamaan, dan tekad untuk memberikan hasil terbaik. Kepala MAN 2 Yogyakarta,
Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., turut menguatkan para siswa agar tetap optimistis,
menjaga kesehatan, serta tidak melupakan keseimbangan antara kesiapan fisik,
mental, dan spiritual.
Bekal menghadapi masa depan juga menjadi bagian penting dalam kegiatan
tersebut melalui pemaparan studi lanjut oleh Kepala Sub-Direktur Branding dan
Promosi DKP UMY, Frizki Yulianti Nurnisya, S.IP., M.Si., Ph.D. Informasi
tersebut membuka wawasan siswa bahwa TKA bukanlah garis akhir perjalanan
pendidikan, melainkan salah satu tahapan untuk mengenali peluang dan
mempersiapkan pilihan masa depan. Dengan demikian, para siswa tidak hanya
diajak memikirkan hasil ujian, tetapi juga mulai membangun keberanian untuk
menentukan arah kehidupan setelah lulus dari madrasah.
Pesan yang lebih mendalam disampaikan Ustadz Cahyo Ahmad Irsyad melalui
motivasi dan doa bersama yang menjadi puncak kegiatan. Ia mengingatkan bahwa
harapan bukan sekadar keinginan yang menunggu terwujud, melainkan sesuatu yang
harus diperjuangkan melalui pilihan, kedisiplinan, dan kesediaan untuk terus
meningkatkan kualitas diri. “Ketika kita memandang ujian ini sebagai sarana
naik kelas dan peningkatan kualitas diri, maka hasil yang diraih kelak bukan
hanya menghadirkan kebahagiaan bagi diri sendiri, tetapi juga melahirkan
kebanggaan luar biasa bagi kedua orang tua,” pesannya.
Keheningan yang menyelimuti ruangan saat doa dipanjatkan menjadi pengingat
bahwa di balik setiap ikhtiar seorang anak, ada harapan keluarga yang
senantiasa menyertai langkahnya. Melalui kegiatan ini, MAN 2 Yogyakarta ingin
menegaskan bahwa keberhasilan tidak semata-mata diukur dari angka yang tertulis
dalam hasil ujian, tetapi juga dari karakter, ketangguhan, dan kesungguhan
dalam menjalani proses. Kini, dengan bekal ilmu, ikhtiar, dan doa, siswa kelas
XII siap melangkah menghadapi TKA Utama dengan keyakinan bahwa masa depan
terbaik diperjuangkan, bukan sekadar dinantikan.(ris)
Berikan Komentar