Jumat Barokah, Wujud Nyata Panca Cinta di MAN 2 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta), – Pendidikan karakter tidak cukup diajarkan melalui teori di ruang kelas. Di MAN 2 Yogyakarta, nilai-nilai kepedulian dan keikhlasan diwujudkan melalui aksi nyata dalam program Jumat Barokah, sebuah gerakan berbagi yang telah menjadi tradisi dan budaya madrasah.

Sejak pagi pada Jumat (24/07/2026), suasana hangat terasa di lingkungan madrasah. Di bawah kepemimpinan Kepala MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd., M.Pd., guru, tenaga kependidikan, serta mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan (PPL) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergotong royong menyiapkan ratusan paket nasi bungkus dan minuman yang akan dibagikan kepada masyarakat sekitar, pengguna jalan, serta warga yang membutuhkan.

Kegiatan tersebut dikoordinasikan oleh Retno Febriwindarti, S.Pd., yang bersama tim memastikan seluruh proses, mulai dari pengemasan hingga pendistribusian, berjalan tertib dan tepat sasaran. Semangat kebersamaan tampak ketika para guru, tenaga kependidikan, dan mahasiswa PPL bekerja berdampingan tanpa sekat, menyatukan tenaga dan niat untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.

Menurut Hartiningsih, Jumat Barokah bukan sekadar kegiatan berbagi makanan, melainkan bagian dari proses pendidikan karakter yang menanamkan empati, kepedulian sosial, dan keikhlasan kepada seluruh warga madrasah.

"Madrasah memiliki tanggung jawab membentuk insan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki kepekaan sosial. Melalui Jumat Barokah, kami ingin menanamkan bahwa keberhasilan seseorang akan semakin bermakna ketika mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain. Nilai-nilai inilah yang kami bangun dan wariskan kepada seluruh warga madrasah," tutur Hartiningsih.

Ia menambahkan, keberlangsungan program ini tidak lepas dari komitmen seluruh keluarga besar MAN 2 Yogyakarta. Kepala madrasah, guru, tenaga kependidikan, hingga para purnatugas dan alumni yang kini mengabdi di berbagai institusi pendidikan secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya untuk mendukung kegiatan sedekah setiap pekan.

Bagi Retno Febriwindarti, S.Pd., yang mengoordinasikan pelaksanaan kegiatan bersama mahasiswa PPL UNY, Jumat Barokah menjadi ruang belajar yang autentik bagi calon pendidik. Pendidikan, menurutnya, tidak hanya berlangsung saat menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga ketika guru memberi teladan melalui tindakan nyata.

"Mahasiswa PPL belajar bahwa menjadi guru berarti menjadi teladan. Ketika mereka ikut menyiapkan dan membagikan paket Jumat Barokah, mereka sedang belajar tentang empati, kepedulian, gotong royong, dan pengabdian kepada masyarakat. Nilai-nilai inilah yang diharapkan melekat ketika kelak mereka menjadi pendidik," ujarnya.

Program Jumat Barokah merupakan implementasi nyata Panca Cinta, budaya khas MAN 2 Yogyakarta yang menanamkan cinta kepada Allah Swt., cinta kepada Rasulullah saw., cinta kepada orang tua dan guru, cinta kepada sesama, serta cinta kepada lingkungan dan bangsa. Melalui aksi berbagi yang dilakukan secara istiqamah, nilai cinta kepada sesama diterjemahkan menjadi tindakan sederhana yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagi warga yang menerima, sebungkus nasi mungkin hanya menjadi santapan siang. Namun, bagi MAN 2 Yogyakarta, setiap paket yang dibagikan adalah pesan bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya mencetak generasi yang cerdas, tetapi juga melahirkan manusia yang peduli, berempati, dan siap mengulurkan tangan kepada sesama.

Di tengah tantangan zaman yang semakin individualistis, Jumat Barokah menjadi pengingat bahwa karakter mulia tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan secara konsisten. Dari tangan-tangan yang ikhlas berbagi, MAN 2 Yogyakarta terus meneguhkan jati dirinya sebagai madrasah yang unggul dalam prestasi sekaligus kokoh dalam nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas. (pusp)


Berikan Komentar

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
wa Chat via WhatsApp