Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Siswa kelas X Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Yogyakarta menunjukkan kreativitas dan jiwa wirausaha melalui hasil karya kerajinan tangan yang diproduksi dalam pelajaran Penguatan Kewirausahaan. Dengan alokasi waktu 4 jam pelajaran setiap minggunya, para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mempraktikkan keterampilan mulai dari proses pembuatan motif hingga penyelesaian produk jadi. Salah satu fokus pembelajaran yang diambil adalah teknik sibori, sebuah seni pewarnaan kain yang memadukan keterampilan melipat dan pewarnaan, yang kemudian dikembangkan menjadi berbagai barang fungsional yang memiliki nilai jual.
Proses pembuatan dimulai dari tahap dasar, yaitu seni melipat kain untuk menciptakan pola yang diinginkan, dilanjutkan dengan tahap pewarnaan yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Hasil dari proses ini adalah kain dengan motif unik dan khas, di mana setiap lembarnya memiliki karakteristik tersendiri. Setelah kain siap, siswa kemudian mendapatkan tugas untuk mengolahnya menjadi berbagai jenis kerajinan. Beragam produk dihasilkan, mulai dari pouch, dompet, tas serut, hingga tas mukena yang cantik dan fungsional. Keberagaman produk ini menunjukkan kemampuan siswa dalam mengubah bahan baku menjadi barang yang bermanfaat sekaligus menarik.
Pelajaran ini diampu oleh oleh Retno Febriwindarti, S.Pd., dan Hitaqi Millata, S.Pd. Melalui pendekatan pembelajaran yang berbasis praktik, kedua guru berupaya menanamkan nilai-nilai kewirausahaan sejak dini. Siswa diajarkan untuk memahami siklus produksi, mulai dari perencanaan desain, pemilihan bahan, proses pembuatan, hingga konsep nilai jual. Tujuannya bukan hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga membentuk pola pikir kreatif, mandiri, dan inovatif yang menjadi modal penting di masa depan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan jiwa kewirausahaan siswa dapat tumbuh dan berkembang secara alami. Pengalaman membuat produk dari nol hingga siap pakai memberikan pemahaman nyata tentang usaha dan nilai kerja keras. Karya-karya ini menjadi bukti bahwa pembelajaran di sekolah dapat menjembatani antara pengetahuan akademik dengan keterampilan praktis, serta mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha sendiri demi kemandirian ekonomi. (Retno Febriwindarti)
Berikan Komentar