Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) – Kepala Museum Pendidikan Indonesia (MPI) Universitas Negeri Yogyakarta, Prof. Dr. Sujarwo, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademik Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Yogyakarta melalui kegiatan Studi Akademik dan Riset Lingkungan (STARLing) yang dilaksanakan pada Senin (2/2/2026). Ia menilai kunjungan tersebut sebagai praktik pembelajaran kontekstual yang efektif dalam menghubungkan teori di kelas dengan realitas sejarah dan dinamika pendidikan nasional.
Menurut
Prof. Sujarwo, museum pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai ruang pamer
artefak, tetapi juga sebagai pusat literasi, refleksi, dan dialog akademik
lintas generasi. Ia mengapresiasi langkah MAN 2 Yogyakarta yang secara aktif
mengajak peserta didik belajar langsung dari sumber-sumber sejarah pendidikan.
“Melalui kunjungan ini, peserta didik dapat memahami bahwa sistem pendidikan
yang berkembang hari ini merupakan hasil proses panjang yang melibatkan
perjuangan dan pemikiran banyak tokoh pendidikan,” ungkapnya.
Apresiasi
juga disampaikan Prof. Sujarwo terhadap antusiasme peserta didik selama
mengikuti tur edukatif di MPI UNY. Interaksi langsung dengan arsip, foto, dan
artefak pendidikan dinilai mampu menumbuhkan kesadaran kritis serta membangun
perspektif reflektif terhadap tantangan pendidikan masa kini dan masa depan. Ia
menegaskan bahwa pengalaman belajar semacam ini sulit diperoleh jika hanya
mengandalkan pembelajaran berbasis buku teks.
Selain
tur museum, peserta didik MAN 2 Yogyakarta juga mendapatkan pengenalan singkat
mengenai lingkungan akademik Universitas Negeri Yogyakarta. Prof. Sujarwo
menilai sesi ini penting sebagai bekal awal bagi peserta didik dalam merancang
arah studi lanjut dan menumbuhkan motivasi untuk melanjutkan pendidikan ke
jenjang yang lebih tinggi. “Museum dan kampus harus menjadi ruang yang terbuka
dan ramah bagi pelajar untuk belajar, berdiskusi, serta menumbuhkan cita-cita
akademik,” tambahnya.
Kegiatan
STARLing MAN 2 Yogyakarta didampingi oleh tim guru pendamping yang berperan
aktif dalam membimbing peserta didik dan memastikan ketercapaian tujuan
pembelajaran. Guru pendamping tersebut terdiri atas Siti Nur Suciowati, S.HI
selaku Koordinator STARLing, Nurul Zulaeqa, S.Pd., Srimarlina, S.Pd., M.A.,
Indra Ristanta, S.Hum., Fatikah Firda Nandara, S.Pd., serta Dra. Ida Puspita,
M.Pd.Si. Kehadiran para pendidik ini memperkuat pendampingan akademik sekaligus
menciptakan suasana belajar yang aman, tertib, dan inspiratif.
Prof.
Sujarwo berharap sinergi antara madrasah dan perguruan tinggi dapat terus
terjalin melalui kegiatan akademik serupa. Menurutnya, kolaborasi tersebut akan
memperkuat peran museum sebagai laboratorium belajar lintas jenjang dan
mendorong lahirnya generasi pelajar yang memiliki kesadaran sejarah, daya
kritis, serta komitmen terhadap kemajuan pendidikan.
Melalui
kunjungan STARLing ini, MAN 2 Yogyakarta dan MPI UNY bersama-sama menegaskan
pentingnya kolaborasi institusi pendidikan dalam menghadirkan pembelajaran yang
bermakna, kontekstual, dan berorientasi pada masa depan bangsa. (pusp)
Berikan Komentar