Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. H. Ahmad Bahiej, pada Selasa (06/01/2026) secara simbolis menyerahkan bantuan sebesar Rp50 juta kepada Kepala MAN 2 Yogyakarta Hartinisih, S.Pd, M.Pd didampingi Kepala Tata Usaha Isti Wahyuni, SE, MM, untuk keperluan santri boarding MAN 2 Yogyakarta. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi pemulihan dan pemenuhan kebutuhan santri pasca musibah kebakaran Asrama Putri Ihyaul Ulum yang terjadi pada 21 Desember 2025 lalu.
Penyerahan
bantuan ini merupakan tindak lanjut atas perhatian dan empati Dr. K.H. Romo R.
Muhammad Syafi’i, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia terhadap musibah yang
menimpa santri boarding MAN 2 Yogyakarta. Sebelumnya, di sela kunjungan
kerjanya di Yogyakarta, Wamenag telah menyerahkan bantuan awal sebesar Rp150
juta. Setelah mendengar langsung kesaksian para santri putri penghuni asrama
yang terdampak, bantuan tersebut ditambah Rp50 juta sebagai bentuk kepedulian
lanjutan.
“Bantuan
ini merupakan wujud kehadiran negara dan Kementerian Agama untuk memastikan
proses pendidikan dan pembinaan santri tetap berjalan dengan baik, meskipun
sedang menghadapi ujian,” ujar Ahmad Bahiej saat penyerahan bantuan. Ia
menegaskan bahwa Kemenag DIY berkomitmen mengawal proses pemulihan agar para
santri dapat kembali belajar dan beraktivitas dengan aman serta nyaman.
Dalam
kunjungan sebelumnya, Wamenag menegaskan bahwa Kementerian Agama tidak hanya
memberikan bantuan darurat, tetapi juga akan mendukung proses renovasi ruang
yang terdampak melalui Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan
(KSKK) Madrasah Ditjen Pendidikan Islam. Menurutnya, musibah merupakan bagian
dari ujian keimanan yang harus disikapi dengan kesabaran, ikhtiar, dan
optimisme.
“Cobaan
dari Allah ada yang tidak kita inginkan dan ada pula yang datang melalui
keberhasilan serta kenikmatan. Keduanya adalah ujian untuk melihat bagaimana
hamba-Nya menyikapi,” tutur Wamenag dalam kesempatan tersebut.
Ia
juga mengapresiasi langkah cepat MAN 2 Yogyakarta dalam memastikan hak
pembelajaran peserta didik tetap terpenuhi melalui relokasi sementara,
melakukan penelusuran penyebab kebakaran secara objektif, serta menyusun
proposal pembangunan kembali ruang yang terdampak. Hal ini, menurutnya,
mencerminkan sikap sabar dan profesional dalam menghadapi ujian.
Selain
itu, Wamenag memberikan apresiasi atas berbagai capaian MAN 2 Yogyakarta,
termasuk prestasi perpustakaan yang menembus peringkat nasional, 414 prestasi
di tahun 2025, parkir megah 3 lantai, cagar budaya, madrasah dengan multi
tipologi dan lingkungan madrasah yang dinilai representatif serta kondusif bagi
pengembangan akademik dan karakter peserta didik. Ia menyebut capaian tersebut
sebagai anugerah besar yang patut disyukuri dan terus dijaga.
Melalui
penyerahan bantuan ini, Kementerian Agama berharap musibah yang terjadi tidak
menjadi penghalang bagi MAN 2 Yogyakarta untuk terus berprestasi dan menguatkan
peran madrasah sebagai pusat pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berdaya
saing. (pusp)
Berikan Komentar