Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Budaya literasi terus dikembangkan di lingkungan MAN 2 Yogyakarta, tidak hanya di kalangan siswa, tetapi juga para guru dan tenaga kependidikan. Salah satunya melalui kegiatan meriview buku yang dilakukan oleh Zur’ah Rissa, Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) MAN 2 Yogyakarta.
Kegiatan
review buku tersebut dilaksanakan pada Rabu (19/08/2026) pukul 10.00 WIB di
Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta bersama Pustakawan Nuryanti A.Md Buku yang diulas
adalah Semangkuk Mie Ayam Sebelum Mati karya Brian Khrisna.
Dalam
review-nya, Zur’ah Rissa menceritakan kisah Ale, tokoh utama dalam buku
tersebut. Ale menjalani perjalanan hidup dengan berbagai persoalan yang
membuatnya merasa hidupnya penuh kesialan. Dalam kondisi terpuruk, Ale bahkan
memiliki keinginan untuk mengakhiri hidupnya.
Namun,
ketika Ale hendak melakukan tindakan tersebut, sebuah kejadian justru
membuatnya tersadar. Ia melihat bahwa ternyata masih banyak orang yang
mengalami penderitaan jauh lebih berat daripada dirinya, tetapi tetap memiliki
semangat untuk menjalani kehidupan dan mensyukurinya.
“Perjalanan
Ale membuat saya tertohok. Ketika merasa diri kita paling menderita, ternyata
masih banyak orang yang menghadapi kehidupan jauh lebih berat, tetapi mereka
tetap semangat dan bersyukur,” ungkap Zur’ah Rissa.
Kejadian
tersebut membuat Ale mengurungkan niatnya. Ia kemudian belajar melihat
kehidupannya dari sudut pandang yang berbeda dan memahami arti bersyukur atas
apa yang masih dimilikinya.
Menurut
Zur’ah Rissa, kisah dalam buku tersebut memberikan pelajaran penting bahwa
setiap orang memiliki persoalan dan perjuangannya masing-masing. Yang
terpenting adalah bagaimana seseorang menyikapi kehidupan dan tetap menghargai
nikmat yang dimiliki.
“Buku
ini mengajarkan saya untuk lebih banyak bersyukur. Setiap orang memiliki
masalah dan perjuangannya masing-masing. Yang penting adalah bagaimana kita
menyikapinya dan tetap menghargai kehidupan,” tambahnya.
Sementara
itu, Pustakawan Nuryanti A.Md menyampaikan bahwa kegiatan review buku merupakan
salah satu upaya Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta untuk menghidupkan budaya
literasi di lingkungan madrasah.
“Literasi
bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga bagaimana kita mampu memahami,
merefleksikan, dan menceritakan kembali apa yang sudah kita baca. Kami ingin
perpustakaan menjadi ruang bagi seluruh warga madrasah untuk berbagi pengalaman
literasi,” jelas Nuryanti Kehadiran guru
dalam kegiatan literasi menjadi contoh positif bagi siswa bahwa membaca bukan
sekadar aktivitas untuk memperoleh informasi, tetapi juga dapat membuka sudut
pandang baru dan menjadi sarana refleksi kehidupan.
Melalui
kegiatan review buku, Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta terus berupaya menciptakan
ruang literasi yang aktif, inspiratif, dan bermakna bagi seluruh warga
madrasah. Dari sebuah buku, pembaca dapat menemukan cerita, mendapatkan
pelajaran, dan bahkan melihat kehidupan dengan cara yang berbeda. (nur)
Berikan Komentar