Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) — Komitmen penguatan pendidikan berwawasan global kembali ditunjukkan melalui kegiatan sosialisasi program studi lanjut ke Jepang yang diselenggarakan oleh Sapporo International University di MAN 2 Yogyakarta, Senin (2/2/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula lantai tiga madrasah tersebut diikuti oleh 10 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Jepang (PBJ) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang tengah menjalani magang asistensi mengajar.
Mahasiswa
PBJ UMY mengikuti kegiatan ini di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan
Dedi Suryadi, M.Ed., Ph.D., serta guru pamong MAN 2 Yogyakarta, Diah
Wijiastuti, S.S. Sosialisasi ini bertujuan memperluas wawasan internasional
mahasiswa dan peserta didik madrasah, khususnya terkait peluang melanjutkan
studi ke Jepang.
Dedi
Suryadi menjelaskan bahwa kerja sama antara PBJ UMY dan MAN 2 Yogyakarta telah
terjalin cukup lama dan kini memasuki tahun ke-10. Menurutnya, kemitraan
tersebut tidak hanya mencakup program magang observasi dan magang asistensi
mengajar, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat.
“Kami
berharap mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan, terutama
pengalaman mengajar, sehingga mampu menerapkan ilmu yang telah dipelajari di
bangku kuliah,” ujarnya.
Program
magang asistensi mengajar ini telah berlangsung sejak 12 Januari 2026 dan
dijadwalkan berakhir pada 12 Februari 2026. Selama periode tersebut, mahasiswa
terlibat aktif dalam proses pembelajaran bahasa Jepang, pendampingan kelas,
serta berbagai aktivitas akademik di lingkungan Madrasah Aliyah.
Ketua
kelompok mahasiswa, Orm Toerma Oudhuis, menyampaikan bahwa pengalaman magang di
MAN 2 Yogyakarta memberikan gambaran nyata tentang dinamika dunia pendidikan.
“Banyak hal yang kami alami selama magang. Seru, menarik, penuh tantangan, dan
para murid memiliki karakter yang kuat, baik dari sisi akademik maupun
afektif,” ungkapnya.
Sementara
itu, guru Bahasa Jepang MAN 2 Yogyakarta, Diah Wijiastuti, S.S., yang juga
bertindak sebagai guru pamong, menilai kehadiran mahasiswa magang sebagai ruang
strategis untuk saling bertukar ilmu dan informasi. Ia menekankan bahwa
meskipun metode, strategi, dan media pembelajaran terus berkembang, peran guru
sebagai mitra belajar dan pembentuk karakter tetap tidak tergantikan.
“Kehadiran
mahasiswa PBJ UMY ini kami sambut sebagai mitra pengajar. Kolaborasi ini
memperkaya proses pembelajaran dan memperluas perspektif semua pihak,”
tuturnya.
Kepala
MAN 2 Yogyakarta, Hartiningsih, S.Pd, M.Pd mengapresiasi terselenggaranya kegiatan
tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara madrasah, perguruan tinggi, dan
perguruan tinggi luar negeri merupakan langkah strategis dalam menyiapkan
generasi yang memiliki daya saing global.
“MAN 2
Yogyakarta selalu terbuka terhadap kerja sama yang memperkuat kompetensi
akademik, karakter, serta wawasan internasional peserta didik. Informasi
tentang studi lanjut ke luar negeri menjadi motivasi nyata bagi siswa kami
untuk berani bermimpi dan mempersiapkan masa depan,” ujarnya.
Ia
berharap sinergi antara MAN 2 Yogyakarta dan Universitas Muhammadiyah
Yogyakarta dapat terus berlanjut dan berkembang, tidak hanya melalui program
magang, tetapi juga dalam penguatan internasionalisasi madrasah. “Kami berharap
kolaborasi ini mampu melahirkan calon pendidik yang profesional, berkarakter,
dan memiliki perspektif global,” tambahnya.
Adapun
10 mahasiswa PBJ UMY yang mengikuti program magang asistensi mengajar tersebut
adalah Orm Toerma Oudhuis, Fakhri Akmal, Nisa Aulia, Muhamad Rizky
Hidayatullah, Tiana Ramadhani, Khosyi Aqiila Ghaisany, Olivia Salsabila Zahra,
Nail Muhammad Anwar, Oktavian Eka Putra, dan Ivon Oktaviani. Hadir pula Kepala Perpustakaan MAN 2 Yogyakarta, Sri Narwanti, S.Pd, M.Pd.
Melalui
kegiatan sosialisasi dan magang asistensi mengajar ini, MAN 2 Yogyakarta
menegaskan posisinya sebagai madrasah unggulan yang adaptif terhadap
perkembangan global, sekaligus menjadi ruang kolaborasi strategis antara
pendidikan menengah, perguruan tinggi, dan jejaring internasional. (pusp)
Berikan Komentar