Berita Madrasah
Konseling Kelompok CBT Berbasis Nilai Islam Pertemuan Ke-3 di MAN 2 Yogyakarta
- Senin, 02 Maret 2026 | Dibaca : 16 x
MAN 2 Yogyakarta - 2 Maret 2026, Pelaksanaan pertemuan ketiga sekaligus pertemuan terakhir dalam kegiatan Konseling Kelompok dengan pendekatan Cognitive Behavioral Therapy (CBT) berbasis nilai Islam sebagai bagian dari program pendampingan kesehatan mental siswa untuk mereduksi Fear of Missing Out (FOMO). Kali ini pertemuan diselenggarakan di aula lantai 3.
Pertemuan ini bertujuan untuk memperkuat perubahan pola pikir dan perilaku siswa dalam penggunaan media sosial, sekaligus membantu siswa membangun strategi pengelolaan diri yang lebih sehat dan berkelanjutan dengan berlandaskan nilai-nilai Islam.
Pelaksanaan kegiatan difokuskan pada Sesi 5 dan Sesi 6.
Pada Sesi 5, siswa diarahkan untuk melakukan penguatan perubahan (skill reinforcement) melalui refleksi pengalaman, evaluasi hasil eksperimen perilaku pada pertemuan sebelumnya, serta diskusi mengenai tantangan yang masih dihadapi dalam mengelola FOMO.
Selanjutnya, pada Sesi 6, kegiatan difokuskan pada relapse prevention dan perencanaan tindak lanjut, di mana siswa menyusun strategi pribadi untuk menjaga konsistensi perilaku sehat, mengantisipasi situasi pemicu FOMO, serta menginternalisasi nilai syukur, qana’ah, dan tawakal dalam kehidupan sehari-hari.
Proses ini diperkuat dengan refleksi siswa, salah satunya menyampaikan:
“Saya jadi paham kalau FOMO itu bukan cuma soal media sosial, tapi soal cara saya berpikir. Selama konseling saya belajar mengenali pikiran negatif, menantangnya, lalu menggantinya dengan yang lebih rasional. Sekarang kalau mulai cemas atau merasa tertinggal, saya bisa lebih tenang dan tidak langsung panik.” Umi Solikatun, S.Pd Guru BK kelas XI juga menyatakan sangat bersyukur dan berterima kasih atas edukasi dalam intervensi penelitian ini.
Kegiatan konseling kelompok ini merupakan bagian dari penelitian tesis mahasiswa MBKI UIN Sunan Kalijaga yang mengkaji penerapan CBT berbasis nilai Islam dalam mereduksi FOMO pada siswa MAN 2 Yogyakarta. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung lancar dan kondusif. Siswa menunjukkan keterlibatan aktif, refleksi yang mendalam, serta peningkatan kesiapan dalam menerapkan perilaku digital yang lebih sehat.
Diharapkan kegiatan ini dapat semakin memperkuat layanan bimbingan dan konseling serta memberikan kontribusi positif bagi kesehatan mental siswa di MAN 2 Yogyakarta. (M. Ikhsan Fuadi-Umi Solikatun)
Berikan Komentar