Yogyakarta (MAN 2 Yogyakarta) - Menghadapi pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Jepang, para guru dituntut memiliki pemahaman yang komprehensif mengenai karakteristik, cakupan materi, bentuk soal, hingga strategi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan asesmen. Menjawab kebutuhan tersebut, Asosiasi Guru Bahasa Jepang Indonesia (AGBJI) menyelenggarakan kegiatan “Kupas Tuntas TKA Bahasa Jepang” yang diperuntukkan bagi guru-guru Bahasa Jepang jenjang SMA/SMK/MA dari seluruh Indonesia yang dilaksanakan secara Hybrid online & offline, BPPMP Padang 28-29 Agustus 2026.
Opening Speech oleh Dr. Nunuk Suryani, M.Pd (Dirjend GTK Kemendikdasmen), Inami Kazumi (Dirjend The Japan Foundation Jakarta) , Lussy Novarida Ridwan, M.Pd ( Ketua AGBJI). Hadir sebagai Keynote Speaker Watase Yuya (Representative Director World Nihongo Network), Prof. Nuria Haristiani, M.Ed., Ph.D (UPI), Marta Nurullita, S.S ( Koordinator Akademik AGBJI).
Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi para pendidik untuk memperkuat pemahaman sekaligus menyamakan persepsi mengenai TKA Bahasa Jepang. Melalui kegiatan tersebut, guru tidak hanya diajak mengenali struktur dan karakteristik soal, tetapi jugamemperoleh wawasan tentang strategi mempersiapkan peserta didik agar mampu menghadapi TKA dengan lebih terarah, percaya diri, dan optimal. Dengan melibatkan guru Bahasa Jepang dari berbagai daerah di Indonesia, kegiatan yang diselenggarakan AGBJI ini diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kompetensi profesional guru serta membangun kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Jepang di tingkat SMA/SMK/MA.
Diah Wijiastuti, S.S guru Bahasa Jepang MAN 2 Yogyakarta mengikuti secara online menjadi fasilitaror untuk kelompok 1 & 2 dalam grup online. “ Bersyukur bisa mengikuti kegiatan ini karena selain menambah jejaring pengajar Bahasa Jepang, dapat berkenalan dengan rekan-rekan baru, juga banyak ilmu yang diperoleh dari para narasumber” ujar Diah. (diw)